Ini resep andalan gue dari dulu kalo bikin carrot cake. Udah kadung jatuh cinta jadi rada males coba-coba resep lain :). Wangi dan rasanya enak, gak ada bau langu wortel.
Carrot Cake Sumber: NCC, Bogasari Baking Center Cake Baking Course
Bahan Cake : 250 gr Telur (kira-kira 4 telur ukuran sedang) 300 gr gula kastor 2 gr garam 5 gr emulsifier (optional) 260 gr tepung Segitiga Biru 1 gr baking soda 1 gr baking powder 1 gr cinnamon bubuk 450 gr wortel (parut halus) (kira-kira 4 wortel ukuran kecil) 150 gr minyak
Bahan Cream Cheese Frosting (diambil dari resep dalam kemasan Philadelphia Cream Cheese) : 250 gr Philadelphia Cream Cheese 80 gr margarine 1 cup icing sugar 1 sdm perasan air jeruk lemon
Cara membuat cake : 1. Kocok telur, gula, garam hingga kental dengan speed tinggi. Masukkan emulsifier, kocok terus hingga kental dan meninggalkan jejak. 2. Ayak bahan kering, kemudian masukan kedalam adonan dengan speed rendah hingga tercampur rata. 3. Masukkan wortel parut, aduk rata. 4. Masukan minyak perlahan kedalam adonan hingga tercampur rata. 5. Tuangkan kedalam loyang bundar 20-22 m yang telah dialasi kertas. 6. Panggang dengan suhu 180ÂșC selama 30 - 45 menit (lakukan tes tusuk).
Cara membuat cream cheese frosting : 1. Kocok Philadelphia Cream Cheese dan margarine dengan mikser selama 4-5 menit atau hingga halus dan ringan (fluffy). 2. Tambahkan icing sugar dan air lemon, kemudian kocok lagi selama 30 detik atau sampai tercampur rata. 3. Oleskan pada Carrot Cake.
Cotton Cake...hmmm...this recipe has been a "talk of the town" at Klub Berani Baking (KBB) mailing list. Some of the members has made this recipe as an informal challenge while we were waiting the real challenge at the end of the month.
Besides the taste is as soft as cotton....yum yum (that's why it called cotton cake), I was so curious because to make this cake is a bit tricky. Especially when you beat the egg white and mix it with the flour mixture. Another tricky part is in the baking process, the temperature can not be overheat. Bake at 160˚C until it's rising high, then reduce to 150˚C and continue baking until cooked, about 35 minutes. And then after baking (this is a tips from Rachmah), don't leave the cake too long in the cake tin, invert immediately onto cooling rack so that the cake won't shrink.
Ingredients : 60g butter 50g plain flour 15g cocoa powder (Dita-I used 5 g cocoa powder and 10 g instant coffee powder) 73ml milk 5 egg yolks, whisked loosely (Dita-I used 4 egg yolks) 5 egg whites (Dita-I used 4 egg whites) 120g caster sugar 3g cream of tartar (optional) 1/2 tsp mocca paste (Dita-I didn't use mocca paste)
Directions : Preheat the oven to 160˚C.
Heat the milk in a small saucepan until just hot, but not bubbling. Pour into the loosely whisked egg yolks, mix well. Set aside.
Heat the butter until bubbling. With the stove off but the saucepan still on the hot stove, add in the sifted plain flour and cocoa powder together into the hot butter. Whisk until smooth. Add in the mixture of egg yolks and milk. Whisk until smooth. Set aside.
Whisk the egg whites until foamy, add in cream of tartar. Add in caster sugar bit by bit until the sugar has all used and the egg whites gone soft peak. Spoon out a bit of the meringue mixture and add into the chocolate mix, combine well. Pour this mixture into the rest of the meringue, fold in gently, just careful not to knock out the bubbles.
Pour into a lined (not greased) 20x20x4cm square cake tin and bake at 160˚C until it's rising high, then reduce to 150˚C and continue baking until cooked, about 35 minutes.
And then I poured the cooled cake with cheese frosting made from cheese spread, corn flour, milk and sugar (mix and boil milk, sugar and cornflour, remove from heat, add cheese spread).
Tantangan KBB ke-5 bikin Pie?? Kok ya kebeneran banget. Pas menjelang dikirimnya suryocinto (kata Mindoel) alias surat cinta tantangan, gue emang lagi pengen banget bikin sejenis pastry atau pie-pie-an. Jadilah gue nyetok bahan-bahan buat pie. Eh...ndilalah kok, tantangannya ternyata bikin Banoffee Pie atau Banana Toffee Pie. Dan gue tuh gak biasa-biasanya beli pisang, lah kok menjelang tantangan, gue beli pisang lumayan banyak, tadinya sih buat bikin banana cake. Tapi keburu digondol krucils akhirnya tinggal tersisa satu :). Hahaha...jodoh emang feeling gue!
Trus nih yang kebeneran lagi, kok setiap menjelang tantangan gue selalu ketiban rejeki punya gadget baking baru! *asik-asik*. Dua bulan lalu, Papin mengabulkan permintaan gue untuk punya mikser baru. Nah, di tantangan sekarang gue dapet food processor baru menggantikan chopper gue yang jebol karena tragedi cireng, which is akan dipakai buat bikin pie :).
Jadi ceritanya, beberapa minggu yang lalu, gue dan Pinot dapet proyek motret dari Rami, temen kantornya Pinot. Yang dipotret gak tanggung-tanggung, salah satu anggota parlemen. Katanya sih foto-fotonya akan dipakai untuk keperluan kampanye Pemilu. Duhh rada kikuk juga, secara baru kali ini bener-bener berinteraksi dengan Kuwaiti, belum kenal baik pula, dah gitu orang penting pulak di negeri ini :P. Tapi untung aja orangnya santay geboy, jadi suasana pemotretan gak kaku.
Setelah acara foto-foto selesai, kami nge-teh bareng sambil ngobrol-ngobrol, beliau secara serius menawarkan gue untuk membuka usaha di Kuwait. FYI, expat yang ingin punya usaha di Kuwait harus punya kenalan orang penting :). Wiiii....sejenak angin sejuk berhembus. Beliau juga menawarkan gue untuk dibuatkan ijin kerja di Kuwait. Tawaran yang sangat menarik....buat yang otaknya otak bisnis. Lah gue?? Gue tuh paling dodol deh kalo disuruh bisnis. Emang it's not in my blood, deh. Tawarannya sih membuka usaha studio foto...seru kan? Dia bilang just think about it, kalo gue memang berminat, gue bisa menghubungi dia. Kata temen-temen, "udah ambil aja!"
Gila, man, belum brani! Gue belum tau peta bisnis di sini soalnya. Nanti aja deh kalo gue udah punya cukup nyali!! :D
Back to the story, dari acara foto-fotoan ini, kami dapet sedikit rejeki (alhamdulillah). Pinot langsung nawarin (apa gue yang minta...hwahahaha), apa gue mau beli chopper baru? Kalo yang kayak ginian, otak cepet banget deh nyambernya, gak tanggung-tanggung gue mau beli food processor sekalian aja, daripada beli chopper lagi...wekekekekkkk!!!
Wah, ternyata kayaknya emang udah diatur banget deh semuanya, semua kejadian saling terkait gitu.
Wokeehhhh kembali ke Banoffee Pie...
Setelah suryocinto tiba, gue semangat 45 untuk nyoba. Gak perlu nunggu berhari-hari, resep udah gue praktekkan. Pada saat proses pengerjaan, gue gak menemukan kendala yang berarti. Hasil akhirnya pun cukup memuaskan untuk gue yang baru pertama kali bener-bener nyoba bikin pie shell. Renyah tapi gak hancur saat dipotong. Padahal ada satu poin yang gak gue patuhi dari resep, yaitu mentega gak gue potong kecil-kecil...hihihihii....pemalas!
Gue bikin pie ini 3 kali tapi gak dalam satu hari loh...gila aja kali! Pertama, karena penasaran pengen nyoba-nyoba lagi, kedua susah banget buat gue menumbuhkan mood motret, sementara pie udah bulak-balik ludes, jadi untuk tantangan ini gue sampe 3 kali motret dengan set yang berbeda...busyeett!!
Yang pertama bikin, gue pake loyang individual kecil-kecil dengan filling banana dan toffee, resep sesuai dalam suryocinto, kecuali urusan mentega aja yang gak gue patuhi.
Kedua kali bikin pake loyang gede dengan metode 2 kali masuk fridge, pertama saat adonan belum dicetak, kedua setelah adonan dimasukkan ke dalam loyang pie dan didiamkan dalam kulkas semalaman baru besoknya dipanggang. Pengen tahu aja hasilnya apakah lebih renyah. Ternyata perbedaannya gak terlalu signifikan *kecian deh*. Fillingnya masih sama, pake banana dan toffee yang gue buat dari susu kental manis yang diboiled selama 2 jam dalam keadaan kaleng tertutup.
Nah, yang ketiga kali bikin, ini buat proyek podcast kami. Sekalian berbagi pengetahuan dengan yang pengen bikin pie shell sendiri. Sebagian scene, diambil dari percobaan pertama. Jadi ini penggabungan dari 3 kali percobaan....hehehe...maklum cameramannya kan musti ngantor, jadi syutingnya ke-pending-pending.
Untuk percobaan terakhir, gue variasikan di filling. Tambahin strawberry biar rasanya gak manis doang, ada asem-asemnya.
Result secara keseluruhan, buat yang gak suka manis musti mikir-mikir dulu deh. Tapi kalo gue sekeluarga sih doyan-doyan aja tapi dengan catatan, makannya memang lebih enak pake krim, karena kalo cuman pie dengan banana dan toffee berasa manis banget. Krimnya bisa menetralisir kemanisan itu (krimnya gak perlu digulain). Pas banget lah dikasih krim, dengan tekstur pie yang renyah dan rasa yang buttery berpadu dengan manisnya toffee dan pisang, terakhir ada sensasi creamy-nya.
Buat yang mau nyoba, here's the step by step video and the recipe !
Banoffee Pies Source: Foodtown Magazine. October-November 2007; Cuisine Magazine, November 2002. with adjustments of pastry making and filling.
Directions : Combine the flour, butter and sugar in the food processor and process until well mixed. Then mix in the egg yolks and process in small bursts until the mixture appears crumbly. Add the water a little at a time. As the crumbs get larger, turn the motor off and check that the pastry will come together when pressed between your fingers. Turn the mixture on to a clean board or bench and work very gently into a ball. Refrigerate for 30 minutes.
Roll out the dough to line 20-22cm flan or loose-bottomed tart tin, prick the base of the pastry with fork several times. Set aside for 30 minutes.
Preheat the oven to 180C. Line the base of the pastry with baking paper and beans, bake blind for 12-15 minutes or until the pastry turns golden brown. Remove the paper and beans. (Return the pastry base into the oven for 5 minutes or until the base becomes dry.)
Filling Ingredients : 75g butter, 50g brown sugar, 3 Tbs milk, 300g sweetened condensed milk, 2 firm bananas, 300ml cream, ½ -1 cup white chocolate curls atau grated white chocolate
Directions : Place the butter and sugar in a non-stick pan and heat gently until the butter melts and the sugar dissolves. Bring to the boil and simmer for one minute, stirring continuously using a wooden spoon. Remove from the heat and add the milk and condensed milk. Return to the heat and bring to the boil. Allow to gently bubble for 5-6 minutes, stirring continuously until the mixture thickens and turns a light golden brown. Cool slightly.
Cut the bananas and put them on the base of the pastry. Pour in the caramel mixture. Leave to cool then chill for at least 2 hours. Serve topped with the whipped cream, spooned or spread over the caramel, and the grated chocolate. (You can always use your piping bag and noozle! You are allowed to use nuts if you'd like). Makes 4-6.
Enjoy your pie!! Vin, Santi, lunas ya utang pe-er-nya!
My favourite, Bluebbery Cream! Buttercreamnya dicampur sama Blueberry Paletta. Wangi dan seger! Kalo ada blueberry seger, dicacah terus dicampurin ke buttercreamnya bakal lebih enak lagi.
Paling seneng bikin cupcake karena bisa eksperimen bikin frosting. Yang ini buttercream dikasih bubuk green tea, jadilah Green Tea Cream *berhubung belum bisa baking-baking, nglunasin utang postingan dulu :)*. Cupcakenya pake jenis butter cake (tapi menurut gue better sponge cake, butter cake suka kering).
Resep yang ini mah akal-akalan gue sendiri. Tapi hasilnya enak loh, apalagi buat yang doyan kopi.
Coffee Cream and Almond
Bahan : 125 gr unsalted butter 1/2 cup icing sugar 2 sdt kopi bubuk 2 sdt air mendidih, campur dengan kopi bubuk Kacang Almond secukupnya, cincang kasar
Cara Membuat : 1. Campur semua bahan dalam wadah, kecuali almond. Aduk rata dengan menggunakan whisk. 2. Oleskan pada permukaan kue, kemudian taburi atasnya dengan almond cincang.
Note : kalo doyan banget kopi, takarannya bisa ditambah.
Kalo ini resep standart, sederhana tapi rasanya rich dan nyoklat banget. Bikinnya juga gampang.
Chocolate Ganache
Bahan : 250 gr Dark Cooking Chocolate (DCC) 250 ml Cream
Cara Membuat : 1. Cairkan DCC kemudian campur dengan cream. Aduk sampai rata.
Tips : Jangan lupa mencairkan coklatnya jangan langsung di atas api panas yah. Siapkan dua wadah. Wadah yang lebih kecil isi dengan air kemudian taruh wadah yang lebih besar di atas wadah kecil tadi. Lalu masak di atas api. Perhatikan juga, jangan sampai uapnya mengenai adonan coklat, karena bisa menyebabkan coklat menjadi tidak mulus.
Rasanya kurang lengkap kalo bikin cake tanpa dikasih frosting atau topping. Belakangan ini gue lagi seneng coba-coba aneka frosting buat orderan cupcake. Berhubung cupcake sangat sederhana, rada susah dikasih filling, makanya harus puter otak untuk cari macem-macem resep frosting atau topping. Inspirasinya kebanyakan dari Diana's Desserts. Yang akan gue share kali ini adalah resep frosting Chocolate Cream Cheese.
Chocolate Cream Cheese Frosting
Ingredients: 8 ounces cream cheese, at room temperature 8 tablespoons (1 stick/4 oz/113g) butter, at room temperature 1/2 cup unsweetened cocoa powder 1 teaspoon pure almond extract or pure vanilla extract 4 cups confectioners' sugar, sifted
Instructions: 1. Place the cream cheese and butter in a large mixing bowl. Blend with an electric mixer on low speed until combined, 30 seconds. Stop the machine. Add the cocoa powder, extract, and confectioners' sugar and blend with the mixer on low speed until the ingredients are moistened, 30 seconds. Increase the speed to medium and beat until the frosting is fluffy, 2 minutes more.
2. Use at once to frost the top and sides of the cake of your choice or cover and keep refrigerated.
Makes 4 cups frosting (enough to frost a 2 or 3 layer cake).
PS : setelah adonan frosting jadi, gue tambahin graham crumble...enak deh, jadi ada rasa remah-remah cookies-nya