Showing posts with label photography. Show all posts
Showing posts with label photography. Show all posts

Wednesday, September 12, 2012

DIY Mini Softbox Light

Kapan ya punya rencana bikin softbox sendiri ? Hmmm.... seingat saya sejak ratusan tahun lalu. Hahaha ! Tapi baru tahun 2012 ini kesampaian.

Tutorial dan bahan, saya ngikut instruksi suhu Citra disini. Makasih ya bu master atas tutorialnya.


So, kemarin subuh *yeah, subuh is my me-time* first trial dengan softbox tsb. Belum sempat beli kertas kalkir, jadi bagian depan cuma saya tutup dengan kain putih dan vitrage.

Behind the scene


IMG_1026-1-wm


IMG_1030-1-wm

Ini foto langsung dari kamera. Cuma diedit resize, brightness, contrast, dan sharpening aja.
Exif : Canon 1000D, Canon Lens FD 1:1.2 - 55mm, f/1.2, 1/125s, ISO 800

So far, cukup puas dengan hasilnya. Meski masih harus menggunakan ISO tinggi, dikarenakan ukuran softboxnya yang kecil jadi cahaya masih kurang menyebar. Next project, bikin DIY studio light tent. Masih ala BuCit. Tapi masih nyari orang yang baru beli tv baru dulu, buat minta dosnya, hehehe.

Monday, October 5, 2009

KBB #13 : 2nd Anniversary - Merah Putih !

[KBB#13+logo-320pxls.jpg]

Last minute lagiiii... huaaaaa !!!

Oke oke, tarik napas dulu... hembuskan... lalu...

" Met Ulang Taon Klub Berani Baking ! "
Semoga tetep eksis, tetep kreatif, en so pasti tetep berani !

Sama seperti tahun lalu, tantangan bulan September - Oktober yang bertepatan dengan ultah KBB, maka tantangannya diganti jadi lomba. Ada juri dan hadiahnya. Dan yang pasti temanya gak kalah menantang dengan tahun lalu.

Tema yang diangkat di ulang tahun yang ke dua ini adalah MERAH PUTIH. Hmmm... kedengaran sangat nasionalis sekali ya. Tapi justru kita harus bangga, karena ditengah banyak cobaan yang menimpa bangsa kita, kita bangsa Indonesia tetap harus jadi satu dari Sabang sampe Merauke.

Menyinggung tentang cobaan dan musibah yang menimpa saudara kita saat ini, mari kita heningkan cipta sejenak dan mendoakan saudara saudara kita yang telah menjadi korban. Semoga mereka diberikan tempat yang layak disisi Nya, dan diangkat semua dosa dosanya. Al Fatihah...

Kembali ke laptop...

Berhubung bulan ini juga bertepatan dengan bulan suci Ramadhan dan hari raya Idul Fitri, sudah pasti kesibukan selalu mewarnai sejak awal hingga akhir bulan. Niat mengerjakan peer KBB jadi terpaksa ditunda hingga kesibukan sedikit berkurang. Eits. tapi tidak ada alasan untuk tidak ngerjain peer lo...

Tidak ada persiapan khusus untuk menyelesaikan peer kali ini. Ternyata menyisihkan waktu ditengah jadwal kegiatan yang cukup padat sangat membutuhkan perjuangan *lebay*. But I'll do my best. Meskipun hasilnya kurang maksimal - I know- tapi semua kukerjakan dengan niat tulus dari hati.

So, untuk KBB tersayang, inilah persembahanku...

1. Cake Decorating

Beberapa hari setelah lebaran, Alhamdulillah ada yang memberi sekotak brownies kukus. Tanpa pikir panjang, bro-kus ini langsung kujadikan salah satu 'bahan' penunjang untuk menyelesaikan peerku. Niatnya pengen bikin dekorasi yang clean n simple. Semua cover serba putih, swirl kecil dan bunga gum paste kecil. Tapi apa daya, karena terburu buru dikejar pekerjaan lain yang sudah menunggu, hasilnya jauh dari apa yang ku bayangkan. Mungkin akan lebih rapi kalau pake fondant, tapi.... megang fondant aja belum pernah.

Cake icing menggunakan buttercream yang dilelehkan.

KBB13



My entry for cake decorating competition, kalau liat kategori penilaian yang ada disini, duh rasanya gak masuk semua deh dalam penilaian... *pasrah*

KBB13A

2. Food Photography

Apa ya ? Gak ada ide sama sekali ! Hiks... Ini idenya dapat dari praline. Tapi yaa gini deh hasilnya, hihihi...

KBB13B
My entry for Food Photography Competition...

Yah, apapun hasilnya aku tetep bangga bisa ikut ngeramein ultah KBB tahun ini. KBB, Teruslah berani !

Thursday, October 23, 2008

A Blog Plagiarism

Saya tidak mengira hal ini akan menimpa saya. Selama ini saya merasa blog saya tidaklah begitu istimewa. Data di Google analytics saya pun menunjukkan grafik yang biasa biasa saja. Hanya tampak seperti bukit bukit kecil dengan kawah kawah yang dalam. Tapi apa yang baru saja saya alami sungguh adalah pengalaman paling tidak menyenangkan sepanjang saya menulis blog. Tulisan saya disalin, diambil, dicopy, dijiplak atau apa sajalah namanya. Sebuah bentuk kriminalitas bagi para penulis blog.

Saat pertama saya menemukan beberapa isi blog saya pindah kehalaman ini, saya shock. Sebuah reaksi yang cukup wajar bagi wanita emosian seperti saya. Saya lalu segera meninggalkan komentar dengan nada kecewa yang begitu dalam, dengan harapan mendapatkan penjelasan atas apa yang saya lihat dlayar monitor saya. Semenit kemudian saya sudah berkoar koar di Multiply saya, berharap mendapatkan dukungan dari teman teman saya. Jujur, saya tidak tahu apa yang harus saya lakukan saat itu. Sabar, bukanlah hal yang mudah bagi saya.

Setelah beberapa menit berlalu, kepala saya sudah sedikit mendingin. Komentar dan dukungan teman teman membuat hati saya sedikit melunak. Berfikir disaat hati sedang dingin memang jauh lebih 'bijaksana'. Meski pada kenyataannya saya masih jauh dari sifat itu sendiri.

Jika dibanding dengan teman teman saya yang mengalami hal serupa beberapa waktu yang lalu, saya merasa kasus saya ini jauh lebih ringan. Karena isi blog saya tidak disalin dimedia media komersil seperti yang dialami teman teman saya tersebut. Jelas jelas, karya cipta mereka dijiplak oleh pihak yang tidak bertanggung jawab untuk memperoleh keuntungan tanpa usaha. Tapi apapun bentuknya baik komersil atau tidak, sengaja ataupun tidak, sadar atau tidak, penyalinan tanpa ijin tetap salah satu bentuk pencurian. Sudah sewajarnya jika kita sebagai pihak yang dirugikan merasa sangat kecewa dan marah.

Sebenarnya bukan apa apa. Toh resep resep yang saya tulis disitu kebetulan banyak saya dapatkan dari blog orang, teman, atau beberapa sumber media lainnya ( dengan mencantumkan sumber dan link ). Juga karena sebagian isi blog saya juga tidak begitu penting . Tapi penting atau tidak, bukan berarti isi blog saya bebas di'jamah' terlebih tanpa ijin ( bila melihat isi blog saya yang dicopy, bahkan bila dia minta ijin terlebih dahulu, saya tidak akan mengijinkan ). Yang membuat saya benar benar merasa kecewa adalah, hasil kerja payah saya mempraktekan, mereport, menulis, memotret, upload dan posting diperlakukan dengan tidak adil. Dengan cara dicopy TANPA IJIN dan menyalin UTUH isi postingan postingan saya lengkap dengan tulisan bahasa saya dan foto fotonya ( ini yang paling penting ).

Hal lain yang membuat saya begitu tidak terima adalah karena blog si pengopas tidak sesuai dengan isi blog saya yang disalin. Meskipun toh saya ( untungnya ) tidak menemukan secuil pun iklan disana, tapi siapa tahu besok atau lusa dia bakal berubah pikiran untuk memasang beberapa kolom iklan disana. Jangan sampe atau bakal saya kejar sampai ketemu orangnya.

Okelah, saat ini saya sedang menunggu tanggapan dari pemilik blog yang telah mencuri isi blog saya itu. Tapi bila sampai batas waktu yang saya tentukan belum ada tanggapan, maka atas saran kawan kawan, saya akan melaporkan hal ini ke admin Wordpress sebagai host tempat blog tersebut dibuat. Saya sudah mengantongi bukti berupa printscreen dari halaman tersebut. Tapi bila dia bersedia menyelesaikan ini baik baik, saya akan dengan senang hati melupakan kejadian ini dan menutup keluhan saya di Multiply.

Mewakili semua teman teman blogger ( penulis blog ) di Indonesia terutama foodie blogger, saya ingin menuliskan bagaimana proses yang biasa saya lalui untuk membuat sebuah postingan. Besar harapan saya agar peristiwa semacam ini tidak terulang kembali. Agar setelah membaca tulisan ini, siapapun pihak tidak bertanggung jawab yang berniat 'mencuri' hasil karya kita, berfikir seribu kali untuk terlebih dahulu 'meminta ijin' dan menghargai hasil karya kita. Mungkin terlalu muluk muluk, tapi saya sudah berusaha dengan cara saya ini.

Sesuai dengan tema blog saya, saya terlebih dahulu harus mengexplore resep yang ingin saya cari lewat search engine. Masuk satu satu keblog blog yang tertera diresult page. Lalu saya harus memilih salah satu resep yang paling berkenan menurut saya. Ini sudah cukup memakan waktu. Tidak jarang bisa sampai berhari hari.

Setelah itu saya akan mempraktekan resep tersebut. Dan ini tidak gratis. Ada biaya yang harus saya keluarkan juga tenaga yang harus saya peras. Setelah saya berhasil mempraktekan sebuah resep, maka saya akan mendokumentasikannya berupa foto. Anda tahu, proses untuk membuat satu buah foto yang nantinya mejeng diblog saya tidak semudah menekan tombol rana pada kamera. Pertama saya harus menyiapkan makanan yang akan difoto secantik mungkin. Lalu dilanjutkan dengan menata setting latar. Menyiapkan kamera dan segala properti pendukung lainnya. Tidak jarang saya harus bermandi peluh untuk bisa mendapatkan hasil potretan terbaik. Dan itu butuh berkali kali bidikan kamera.

Setelah beberapa foto saya dapatkan, saya kembali harus bekerja keras menyortir sekian banyak foto foto tersebut untuk diambil satu yang terbaik. Jika sudah, saya harus mengeditnya hingga satu foto ini kelihatan menarik. Setelah foto siap, saya kembali haru bekerja keras menyusun kata demi kata, menuliskannya ke dalam text editor, menekan satu demi satu tombol dikeyboard saya, hingga menjadi beberapa paragraf yang bisa dibaca dan dicerna. Saya tuliskan dengan bahasa dan versi saya sendiri sesuai dengan pengalaman saya saat mempraktekan resep tersebut. Proses terakhir adalah upload dan posting. Keduanya memerlukan waktu dan biaya. Bisa sampai berhari hari. Dan semua proses panjang dan melelahkan ini semata mata hanya ingin memberikan yang terbaik bagi orang orang yang sudah berbaik hati mengunjungi blog saya.

Lalu, keuntungan apa yang saya dapat ?

Jika ada yang mengajukan pertanyaan ini kepada saya, maka akan saya jawab, tidak ada. Bila yang dimaksud adalah keuntungan finansial, ya memang tidak ada. Tapi kepuasan dan kesenangan yang saya peroleh jauh lebih banyak dari pada jumlah rupiah yang bisa dihitung.

Lalu, siapa suruh menulis blog ?

Saya cuma bisa bilang, untuk melakukan sesuatu yang kita sukai, maka kita tidak perlu alasan. Bisa saja kita bilang, saya bikin blog biar gampang cari resep yang sudah saya praktekan, atau biar bisa dapat banyak teman, atau hanya sebagai wadah expresi hobi, tapi sejujurnya itu semua hanya bonus yang saya dapat karena alasan mendasar yang mendorong saya menulis blog adalah karena saya suka. ( Tanyakan pertanyaan ( bodoh ) ini keribuan bahkan jutaan pengguna blog diseluruh dunia ini yang jumlahnya meningkat dari hari kehari. Jawabannya pasti beragam ).

Lalu, siapa suruh punya blog bagus ?

Bila ada yang mengatakan blog saya bagus, maka saya akan sangat berterima kasih. Tapi saya tidak setuju bila blog ini bagus maka blog ini bebas disalin. Sungguh, saya tidak merasa mempunyai blog bagus nan istimewa. Sama sekali. Layaknya rumah, saya hanya ingin blog saya ini terlihat rapi bagi siapa saja yang mengunjunginya. Saya rasa semua pemilik blog dijagat ini selalu ingin membuat 'rumah'nya tampil serapi dan sebagus mungkin. Benar tidak ? Memasang pernak pernik untuk mempercantik side bar, menuliskan artikel menarik sebagai suguhannya, dan menyambut pengunjung layaknya menyambut tamu dirumah sendiri. Lalu, isi 'rumah' kita dicuri. No execuse... Kita pasti marah.

Layaknya hidup didunia nyata, berperilaku didunia maya juga butuh etika. Selama ini saya sudah berusaha berperilaku sesuai dengan apa yang biasa saya lakukan dikehidupan nyata. Mau berteman, ya kenalan dulu. Mau pinjem barang, ya ijin dulu. Tapi hidup adalah sebuah kombinasi hitam dan putih. Kombinasi baik dan buruk. Kita tidak bisa menghindari sesuatu yang buruk menimpa kita. Jikalau pun bisa, mungkin kita hanya bisa mencegahnya.

Sudahlah, saya sudah lumayan capek menuliskan ini. Sekali lagi, bagi yang ingin mengambil isi blog orang lain,

HARGAI HASIL KARYA KAMI
JANGAN ASAL COPY PASTE, MINTA IJIN DULU !
BLOG JUGA HASIL KARYA CIPTA

Sampai detik ini saya belum mendapatkan konfirmasi dari pemilik blog yang telah mencuri karya saya. Tulisan ini akan saya link di header sidebar di blog blog saya, dan akan saya pajang sepanjang waktu.

Panas, Hujan dan Lilin

Siapapun yang tinggal di Surabaya saat ini pasti sama sama merasakan 'hangat'nya udara panas pada dua bulan terakhir ini ( suhu siang hari mencapai 39degC dengan kelembaban hampir mencapai 60% -tercatat diindikator temperatur dan humidity dijam dinding dirumahku-). Hampir setiap orang yang kutemui selalu mengeluh tentang kondisi ini. Ini pula yang membunuh moodku beberapa hari ini. Hingga asap dapurku tidak menyebarkan aroma kue hasil uji resep seperti biasanya. Atau aroma gosong yang tercium dari komporku, menandakan masakan yang lupa kumatikan apinya. Ah, seharusnya kita tidak perlu mengeluh, karena mungkin panas cuaca akhir akhir ini tidak sebanding dengan panasnya hari akhir nanti ( sereeeem ! ). Tapi inilah manusia, selalu kurang bersyukur pada keadaan. Aku juga termasuk salah satu yang masih sering kurang bersyukur.

Saat ini semua kegiatan dirumah kufokuskan dipagi hari. Karena sebisa mungkin aku mengurangi kegiatan disiang hari. Tapi 'pagi' yang berarti udara sejuk dan segar berlangsung sangat singkat. Hanya cukup buat aku untuk membereskan rumah, dan masak ala kadarnya. Karena masuk pukul delapan pagi, siklus 'panas' mulai berlangsung. Demikian seterusnya hingga masuk pukul tiga sore, baru aku berani keluar dari 'persembunyian' hanya sekedar untuk menyapu daun daun pohon belimbing dan mangga kering yang gugur dan berserakan diteras depan rumahku.

Photobucket

Tapi sore kemarin, awan mendung bergelayut diatas langit Surabaya. Langit tampak kelabu. Aku yakin bukan aku saja yang sedang bergumam senang, menyambut mendung kelabu diatas kepala kami. Padahal mendung belum tentu hujan kan. Hujan. Hal yang sangat kami rindukan saat ini. Dan akhirnya benar benar hujan ! Meski durasinya tidak lebih dari lima menit, tapi cukup membuat aku girang hingga lari kedepan rumah, duduk dikursi teras menikmati sejuknya udara sore itu. Tapi hujan tidak serta merta membawa kegembiraan. Karena beberapa menit setelahnya, listrik padam.

Photobucket

Sekitar tiga jam, ruangan dalam rumah diterangi redup cahaya lilin. Untung saja hari sudah sore, dan hujan lima menit baru saja turun, jadi udara masih bersahabat menghembuskan angin sejuknya disekeliling rumah.

Photobucket

Hari ini, siklus panas berulang kembali. Entah berapa lama lagi hingga hujan mencurah kebumi.

Photobucket

Images by May Irianti 2008

Monday, September 15, 2008

Demam Fotografi

Belakangan ini, sesuatu membuatku sulit untuk tidur. Sepertinya ia sudah mulai merasuk dan merusak jalan pikiranku. Seserius itu kah ? He he he... no, not at all.

Ialah fotografi. Yang membuatku sulit tidur, membuatku rela berpanas panasan, bermandi peluh dan menggodaku untuk terus mendalaminya. Maklumlah, setiap orang -I believe- pasti suka dengan mainan baru. Tidak terkecuali aku. Fotografi adalah 'mainan' baru buat aku.

So, during my time waiting for a break-fasting alias ngabuburit, aku menghabiskan sedikit waktu melakukan beberapa experiment dan latian latian guna memperdalam pemahamanku akan fotografi. Tidak peduli seberapa terbatasnya kemampuan kameraku, aku sudah bertekat sejak awal bahwa itu tidak akan mengurangi ketertarikanku untuk belajar fotografi.

Oops, sepertinya postingan ini jauh melenceng dari tema blogku. Hmmm... sedang berfikir untuk membuat blog lagi khusus fotografi. Ha ha ha, no no no daftar blogku sudah terlalu panjang. Well but I'm sure you won't mind if I wrote such a thing here *LOL*

Beberapa latian dan experiment yang sempat aku kerjakan khusus untuk food photography antara lain mengenal komposisi , setting manual , estetik penyajian , dan yang terakhir adalah plating . Sedang experiment lain dalam konteks fotografi umum ada children photography dan night shooting. Tapi dari sekian latihanku, belum ada satupun yang sempurna, atau paling tidak yang sudah sesuai dengan kaidah per-fotografi-an. Masih banyak yang harus dipelajari. Masih banyak yang harus dilatih. Here I will start everything about it...


Hasil latihan plating



Semua hasil latihanku aku post disini.

Friday, August 29, 2008

Belajar Motret Bareng

Masih lanjutan dari posting sebelumnya...

Berawal dari obrolan rahasia antara ibu ibu rumah tangga yang punya berjuta obsesi,

" Hayo dapet apa kemaren dari suami... ? "
" Opo ae ( apaan sih ) mbak ! "
" Wis ta, ngaku ae... ( udahlah, ngaku aja ) "
" Lha emang ga dikasi apa apa kok.." membela diri..
bla... bla.. bla...

Obrolan berlanjut ngalor ngidul khas ibu ibu rumah tangga yang doyan arisan sampai aku menyerah dan menunjukan isi tasku. Lha diancem gitu...

" Loh ?? Sik.. sik.. ( entar entar... ) ya.. " sembari berlalu meninggalkan aku didapur.
Ga lama, beliau datang menghampiriku sambil membawa sesuatu ditangannya.

" Loh kok !? " Saling perpandangan.
" Huahahahaha..." Kami serempak tertawa seketika waktu tahu benda yang dipegangnya sama dengan benda didalam tasku... *duh norak banget deh*

Sampe sini nangkep ga sih sama ceritanya ?

Itulah situasi saat kami, aku dan mbak Rahma ( tolong jangan bosan mendengar namanya kusebut sebut terus ya..), sedang ngobrol disela sela belajar bikin roti kemaren. Gak penting banget ya kedengarannya. Well, tapi kami berdua merasa sangat suprised dengan apa yang kami terima. Serasa jodoh deh kayaknya...

Jadi tanpa membuang waktu, sembari menunggu adonan roti kami beristirahat, kami melakukan permainan kecil diteras belakang. Menggunakan mainan kami yang tanpa disangka adalah sama. Sama juga denganku, mainan itu baru beliau miliki sekitar beberapa hari yang lalu. We felt so lucky, that's why we were suprised. Padahal bukan apa apa, saking kitanya lagi udik banget.

Tapi ceritanya, masih sama sama oon sama mainan barunya. Sampai ga tahu harus di gimanain. Hahaha, norak banget deh kita kita. Ketauan klo belum pernah megang yang kayak ginian...

Ribet banget ah ngomongnya, intinya tuh kita belajar motret bareng, udah.

Mbak Rahma in action...

Hasil latian ngobjek. Yang lagi dipelajarin adalah gimana nyari focus yang tajam dengan ruang tajam / Depth of Field ( *mbak Dita aku pinjem linkmu ya...* ) yang dangkal. Ya gini ini hasilnya. Kalo soal blurring aku suka foto yang ditengah. Kurang cahaya memang tapi blurnya dapet banget. What do you think ? Ga jelas ya fotonya ?

Ini hasil percubaan yang lain. Masih tetep nyari tau gimana caranya focusing dengan background yang blurry. Still didn't get what we want... Wehehehe semua komentar, kritikan, masukan dan bantaian sangat diterima, tapi jangan liat komposisi en stylingnya ya. Ilmunya belum sampe situ >_<

Kesimpulannya, masih banyaaaaaaaak yang harus kami pelajari... Pertualanganya masih panjaaaang.... :D

Sunday, August 17, 2008

Red & White : ( Batik ) Steamed Cup Cakes


It's August right now. And all of Indonesian are celebrating our National Independence Day. At August 17th about 63 years ago, our freedom has been declared. And today, with the spirit of freedom, all people of the country fill this month with lot of celebrating events. To express our happiness of being free.

And in the spirit of celebrating it, some of our friends Dhi, Fitri and Dwi had colaborate to make a food photography contest as a tribute to our beloved country, Indonesia. It Red & White Foodie Photography Events.

I was so exited at the first time I heard about it. So, with the spirit of our Independence Day, I sent this entry as my proud of being an Indonesian.

*****

Demikian pembukaan dari saya, karena bila diperpanjang lagi entah jadi apa otak saya. Karena menulis segitu paragrap aja dalam bahasa Inggris sudah cukup membuat otak saya keriting. Ditambah lagi tangan saya yang sudah agak pegal membuka tutup kamus yang sedari tadi menemani saya selama kurang lebih dua jam, hanya untuk menyusun sembilan baris kalimat saja ! *heu heu heu*

Tapi itulah bentuk kemerdekaan menurut saya. Bebas berekspresi. Bebas berkreasi. Dan yang terpenting bebas mempelajari hal hal baru dikehidupan kita. Menulis, memasak, memotret, dan berkemampuan untuk berbahasa Inggris ( agar dapat dimengerti orang lain dari penjuru dunia ) adalah hal hal yang sedang saya pelajari saat ini. Jadi harap dimaklumi bila banyak kekurangan atau kekeliruan dalam perjalanan saya dalam belajar.
*loh, ga nyambung banget ya tulisannya*

:D :D :D :D :D

Baiklah, stelah pergulatan yang panjang dalam menentukan apa yang akan aku kirim, akhirnya inilah yang aku pilih. Sebenarnya banyaaaak sekali yang menjadi pilihan. Saking banyaknya sampai bingung sendiri. Justru pada akhirnya apa yang aku buat sama sekali tidak ada dalam daftar pilihan .

Aku persembahkan Bolu Kukus Merah Putih untuk Indonesia tercintaku. Ha ? Hanya bolu kukus ?

Steamed Cup Cake ( Edited )

Red & White Steamed Cup Cake
( untuk resep dalam bahasa Indonesia, bisa dilihat disini )

Ingredients :

250 grms all purposed fluor
250 grms sugar
3 eggs
150 ml lemon flavour bicarbonated drinks, I used Sprite....,mae
1 tsp cake emulsifier, I used SP...,mae
1 tsp vanilla extract / vanilla crystals

Strawberry paste for flavouring. Or other flavours as you wish,..mae

Methods :

Combine all ingredients ( exclude the paste ) in a bowl and using electric mixer, beat them together until smooth and fluffy ( took about 10 minutes ). Divide the batter into 2 equal amount. Add about 1 tsp strawberry paste into the first batter, and keep it plain to the other one. Then spoon ( or pipe ) the plain batter followed with strawberry batter to the baking cups lined with paper cup. You can also swirl the batter together into the cup if you wish to.

Steam the cup cakes about 10 minutes until it raised and broke the top of the cake.

Sebenernya bolu kukusnya mo dibikin motif batik. Tapi ga tau apa penampakan sudah cukup untuk disebut 'batik'.

Steamed Cup Cake

Dirgahayu Indonesiaku. Berkibarlah benderaku. Merdeka ! Merdeka !

*makasih banyak buat mbak Dhi, Fitri en Dwi dalam menyelenggarakan event ini. Semoga sukses ya... biar taon depan bisa buat lagi acara kyak gini :)*

Thursday, August 14, 2008

KBB - Flickr # 6 August 2008 : White Background

10

Bulan kemaren, yang narik arisan challenge Flickr KBB #5 : Fruits adalah mpok Dita. Gak tanggung tanggung, beliau bukan milih baking goods untuk tema bulan ini. Agak melenceng dikit dari tema baking yaitu, White Background. Meskipun objeknya tetep wajib dalam konteks baking.

Eits tapi jangan salah. Justru dari sini kita dapet ilmu baru. If you think that taking pictures with white background is easy ( espescially for beginner like me ) , a'a, you may wrong. Nyatanya gak gampang. Apalagi dengan persenjataan seadanya seperti punyaku.

Awalnya aku merasa cukup pede untuk motret dengan latar putih, padahal belum pernah sebelumnya. Jadi pilihanku jatuh pada kertas karton manila warna putih yang sangat mudah diperoleh. Dalam bayangan ku, hasil fotoku nanti akan berlatar belakang pure white. Putih dan bersih. Sekali lagi kubilang, salah.

Hasil fotoku sama sekali tidak putih. Yang ada latar putihnya terlihat biru dikamera. Dicoba ngedit pake potosop tapi sama sekali tidak berhasil. Malah fotonya jadi gak karu karuan warnanya. Seperti foto ini contohnya :

Korean Breads
Ini latarnya putih lo !

Jadi dalam situasi seperti ini, aku selalu melancarkan jurus pamungkas. 'Malu bertanya sesat dijalan, banyak tanya malu maluin'. Artinya kalo gak tau ya nanya. Kalo banyak tanya malu maluin. Klo malu maluin, pede aja lagi :D

Kali ini aku coba sharing ( baca : nanyak nanyak ) dengan beberapa kawan online ku ( many many thanks to mbak Dita en mbak Regina. Well, they gave me a lot of advices and inputs ). Kata mbak Dita, bisa jadi efek kebiruan berasal dari material yang dipakai sebagai latar belakang kita. Sedang kertas karton putih biasanya memang membiaskan rona biru bila ditangkap oleh kamera. Sedang mbak Regina mencoba membantu mengurangi efek biru ini dengan teknik pengolahan digital. Beliau bahkan mencoba berexperimen dengan salah satu fotoku !

Jadi atas saran keduanya, aku mencoba berexperimen lagi dengan si putih. Karena ga punya taplak putih, aku nyoba make kertas krep putih untuk latarnya.... Eaaalaaah, baru inget kalo kamera ku dipinjem ipar *nepuk jidat* tapi hasrat sudah tak terbendung lagi untuk segera njepret. Kamera hape pun diberdayakan. Semoga hasilnya tidak mengecewakan...

Ternyata kertas krepnya bekerja dengan baik. Maksudnya, bahan tersebut sama sekali tidak membiaskan rona biru atau abu abu. Ada sih rona coklat tapi gak terlalu mengganggu. Ini hasilnya...

White Background

Aku mengutip sedikit kata kata mbak Regina yang paling aku suka ( dan sedikit aku 'bumbui' ) , " Memotretlah sebaik baiknya dan sebenar benarnya, agar kita tidak terlalu capek mengeditnya. Sebaik baiknya dan sebenar benarnya foto adalah yang tidak terlalu banyak dimanipulasi" *kata kata terakhir berwarna mirah aku yang nambahin, hehe :P..,mae*

Tapi aku rasa, fotoku ini masih belum baik dan belum benar karena masih banyak bagian yang dimanipulasi. Karena tanpa bantuan sofwer foto, entah apalah jadinya fotoku.....

Friday, July 18, 2008

A Lazy Week...

Udah semingguan ini, rasanya maleeees banget update. Bukan karena males ngapa ngapain, justru karena seminggu ini rasanya kegiatan gak ada habisnya, jadi gak sempet posting or update. Setiap ada waktu luang rasanya pengen istirahat aja. Online paling cuma perlu ngecek email en bales komen komen diblog yang masuk.

Sabtu kemaren kakakku datang menginap selama beberapa hari bersama putrinya, hendak menghabiskan sisa liburan di Surabaya. Selama beberapa hari itulah aku jadi supir, karena minta dianter kesana kemari, dari mall ke mall, nonton, belanja blanji ( dia doang, aku enggak, he hee hari masih panjang.... ),  wisata kuliner, en nemenin krucil maen di game center. Anak anak kayaknya gak ada pegelnya deh...

Tapi udah lewat...

Selasa kemaren dapet pesenan cake ultah ukuran 30 x 45 untuk hari ini. It was the biggest cake I ever made ! Dalemnya minta pake spiku 3 lapis dan didekor pake butter cream. Sebenernya dah gak nyanggupi karena waktu cake dipesan aku lagi siap siap mo ke Gresik. Tapi yang mesen maksa, dengan dikit ngerayu rayu. Ya udahlah, nekat aja. Balik dari Gresik rabu malem, jadi persiapan dan pembuatan cuma sehari !!! Karena minta diambil jam 7.30 pagi. Tapi mungkin karena kurang persiapan, cakenya ( nurut aku ) kurang memuaskan terutama dari dekorasinya. Mana aku kemampuan ndekornya masih minim banget, otodidak, amatiran pula... *sayangnya lagi cakenya gak kepoto karena keburu buru*

Yang itu juga udah lewat...

Sekarang tinggal sisanya, aku kena panas dalam yang berujung kebatuk. Dah seminggu ga bisa ngomong karena suaranya abis. Tasya juga batuk gak sembuh sembuh, sampe harus diterapi uap. Kata dokternya kebanyakan nge-mall :D Suami yang pusing karena malam gak bisa tidur keganggu aku en Tasya yang batuk semaleman. Seminggu ini dah 2x kedokter nganter Tasya en bakalan riwa riwi lagi nganterin terapi.

Cuma ada satu peer yang masih ngganjel belom dikerjain, peer KBB Flickr. Bulan ini tema yang diambil mbak Anne sebagai pemenang bulan lalu adalah Fruit. Biar buru buru tetep kudu nyetor. Tadi siang cuma njepret 5x ( biasanya 50-an kali untuk satu set ) untung ada yang lumayan buat disetorin.

Strawberry Jam

Selai oleh oleh ibu dari tanah suci. Gak sempet bikin bikin jadi pake yang ada aja...

( segini dulu postingnya, sbenarnya ada beberapa foto yang mo aku upload diposting ini. Tapi lagi males sharing datanya, ngeditnya lebih males lagi. So, it'll be updated soon... )

Friday, July 11, 2008

DIY Lighting Project

Dah lama banget pengen ngerjain ini. Kemaren waktu nyiapin materi posting HFP #3, tiba tiba pengen banget nyempetin proyek ini. Mumpung lagi mbahas studio.

DIY Lighting Project

Seperti biasa, sebisa mungkin manfaatin benda benda dirumah. Kali ini yang dipake 2 buah lampu neon gantung ( lampu neon yang bisa dipindah pindah en dicantolin dimana aja ). Satunya 10 W yang satunya lagi agak gedean ( lupa berapa wattnya ). Pemotretan sendiri aku lakukan malam hari digarasi. Dibantu beberapa bangku pendek untuk mejanya dan bangku yang agak tinggi untuk meletakkan lampu.

DIY Lighting Project
Lumayan buat motret malam hari saat mataharinya tidur

Sebenernya lampunya mo aku tutupin kain tipis ato kertas roti disekelilingnya, biar jatuhnya cahaya gak terlalu harsh juga biar pendarnya lebih soft dan merata kesemua area foto. Tapi si Tasya dah ngrecokin aja. Tuh sepatu kecilnya dia yang naruh. Lagi mainan itu waktu nemenin aku. Aku juga gak tau peletakan lampu yang baik sebaiknya gimana. Apa berhadap hadapan ( seperti yang aku lakukan ini ), atu menyerupai letter 'L'. Bener bener gak tahu deh. Lha ilmu lightingnya masih 'nul puthul'

DIY Lighting Project
Objeknya pake Kuku Macan cemilan dirumah...  Dapurnya udah  tutup :)

Gak tau sih apa cahayanya cukup buat nerangin objek. Bener bener gak bisa nilai hasil fotonya. Mau dikoreksi ? Kritik dan saran sangat diterima :)

Recent Post on Mae's Little Kitchen

My photo
Mom of a lil' girl who still longing for her passion. Obsessed to know more, learn more, take more and give more... Here, on her lil' kitchen.
Unless mentioned, described, or linked, all works and photographs are created by May Irianti. Copyright 2007 - 2008. You may copy only the recipes but please do make a link to this blog. DO NOT COPY . Please ask first !

Followers