Showing posts with label masakan. Show all posts
Showing posts with label masakan. Show all posts

Friday, February 27, 2009

MFM 2 Februari 2009 : ( Nuansa Ungu ) Terong Ungu Sambal Santan



Tantangan MFM kali ini bener bener bikin idung kembang kempis. Gimana enggak, tema yang diangkat Ning Rachmah sebagai Bu RT MFM bulan ini adalah Nuansa Ungu. Yang pasti pengaplikasiannya dalam bentuk makanan, minuman dan kudapan sedikit terbatas. Bisa dihitung dengan jari, bahan makanan berwarna ungu alami yang bisa diolah menjadi kreasi makanan. Coba sebut, Telo ( ubi ) Ungu, Kubis Ungu, Blueberry / Blackberry ( bukan yang dipake nilpun, hehe ), terus apalagi ? Udah ?

Gimana gak kembang kempiiiis nih idung, yang ada ngembang gak kempis kempis... *yee itu mah alami dari sononya, hehe*

Sebenarnya banyak olahan berbahan dasar bahan bahan tersebut, dan semua tergantung kreatifitas kita. Mulai dari Talam Telo Ungu, JCC Blueberry, Cupcake Blueberry, Sus Vla Telo Ungu, Bolu Kukus Telo Ungu, Donat Telo Ungu, Roti Telo Ungu, dan banyak lagi jika kita mau menggali dan berkreasi. Tapi waktu sedang tidak bersahabat denganku saat ini, sehingga tidak satu pun dari daftar tersebut yang bisa ku praktekan untuk memenuhi tugas MFM bulan ini. Sempet mau dilewatkan aja, tapi melihat lirikan maut dari mata Jeung Rachmah, langsung buru buru batalin niatan bolosnya. Siap bu, kerjakan !

Setelah menimbang nimbang olahan apa yang murah meriah dan mudah untuk dibuat, aku putuskan untuk membuat Sawut Telo Ungu. Telo Ungu yang diparut kasar lalu dikukus dengan sedikit gula dan dihidangkan dengan parutan kelapa. Pasti cantik dan enak. Apa daya, list yang ini juga terpaksa dicoret dari daftar karena aku tak menemukan telo ungu di mana mana... *berasa pengen nangis dipojokan*

Padahal telo ungu biasa dijual disupermarket deket rumah dan hari itu stoknya sedang kosong. Tak ingin pulang dengan tangan hampa, aku mencari cari disekitar area vegs and fruits, dan menemukan 'benda' berwarna ungu.

Terong ungu ! Agak mekso memang. Tapi tak apalah demi melihat Jeung Rachmah tersenyum. Hihihi... senyuman maut yang bisa bikin orang klepek klepek.



MFM #2 : Terong Sambal Santan

Terong Ungu Sambal Santan a la Mae

1 bh terong ungu besar atau 2 bh ukuran sedang. Potong dan belah sesuai selera.

goreng atau panggang hingga matang dan layu. Atau sesuai tingkat kematangan yang dikehendaki.

Sambal :
2 siung bawang merah
1 siung bawang putih
2 buah cabe merah besar
3 bh cabe rawit ( atau lebih )
1/2 sdt terasi matang
1 buah kemiri

garam dan gula sesuai selera
1 - 2 sdm santan kental

Potong potong tebal semua bahan, lalu goreng setengah matang hingga harum dan layu. Tumbuk ( uleg ) dengan garam dan gula hingga halus. Tambahkan santan, aduk hingga rata. Tuang diatas terong, atau dipenyet bersama sambalnya. Sajikan dengan lalapan timun, kacang panjang dan tempe penyet.

Aku ini orangnya masih ndeso. Selera makan juga agak ndeso. Aku ingat dulu ibuku sering menghidangkan masakan ini saat kami sekeluarga sedang berkumpul dan makan bersama di kebun. Dulu, saat kami sekeluarga masih tinggal di Papua.

Sedikit mengenang masa itu, orangtuaku pernah memiliki sepetak lahan di pinggiran kota yang dimanfaatkan untuk berkebun dan berternak ayam. Diakhir pekan kami sering kesana, berkumpul dan mengundang beberapa kerabat untuk makan malam bersama dalam suasana outdoor, dibawah terang bulan. What a lovely days those times was... *tears*

Hyaaa.. Mae lebay-nya kambuh. Oke deh bu RT, setoranku lunas ya... tuing tuing *kedip kedip*

Monday, February 23, 2009

Tahu Telor Surabaya



Postingan ini aku persembahkan buat The Whitty Cute Rurie, one of my blogger buddy, sebagai permohonan maaf karena kemarin tidak sempat mengikuti even luar biasanya : ( Almost ) Forgotten Indonesian Culinary Heritage. Huhuhu... maapkan daku say, karena sampe hari terakhir belum juga nemuin ide, dan akhirnya pasrah gak ikutan *nangis dipojokan kamar mandi*

Tapi ide memang terkadang muncul tanpa diundang *kemana aja kamu !*. Tadi pagi baru terlintas sebuah warisan kuliner yang hampir sudah jarang ditemui di kota tempat tinggalku saat ini, Surabaya.

Tahu Telor Surabaya. Terakhir aku menemukan makanan ini dijual sekitar lima tahun lalu disebuah pujasera didalam sebuah mall kecil. Tapi waktu itu rasanya sangat mengecewakan buat aku. Orang jawa bilang, cemplang. Gak enak sama sekali. Setelah itu hampir tidak pernah lagi kutemukan di Surabaya. Dan tidak mungkin rasanya untuk menjelajah seluruh pelosok Surabaya untuk menemukannya.

Tadi pagi, saat mood masak sedang hilang entah kemana, belanja juga males banget. Buka kulkas hanya ada cambah, tahu dan timun sisa bikin pecel kemaren. Diapain ya ? Saat itulah, ide yang kutunggu tunggu selama berminggu minggu itu baru muncul. Aaaaah.... kok baru muncul siiiih...

Tahu Telor Surabaya

Tahu Telur Surabaya

2 potong tahu putih, potong kecil kecil lalu goreng hingga setengah kering
1 butir telur kocok lepas
garam secukupnya

Pelengkap :
satu mangkuk cambah kacang ijo panjang, masak hingga agak layu ( aslinya pake cambah pendek mentah, tapi gak punya )
Timun muda, buang isinya, potong korek api halus

Sambal / saus :
1 sdm kacang tanah, sangrai
1 sdt petis udang ( aku pake petis racikan )
1 sdm bawang putih goreng
1 bh cabe rawit atau sesuai selera
Garam dan kecap sesuai selera

Direction :
Potong tahu goreng bentuk dadu kecil, campurkan dengan telur kocok, tambahkan garam, aduk rata. Goreng dengan minyak panas yang agak banyak hingga kering. Tiriskan.

Sambal :
Haluskan ( tumbuk ) semua bahan sambal kecuali kecap, hingga halus. Tambahkan kecap hingga menjadi saus kental. kekentalan sesuai selera, bila ingin agak cair, boleh ditambahkan sedikit air panas. Kalo aku suka yang kentel en kecapnya banyaaak...

Penyajian :
Letakkan dadar tahu diatas piring, tuang dengan sambal, lalu taburi dengan cambah dan timun. Sajikan. Nikmat buat sarapan...

Buat Rurie, biar gak ikut di-round up, tapi daku lunas ya saaaay....

*update*

Baru tahu kalo tahu telor di Surabaya aslinya disebut dengan Tahu Tek ( Tahu Gunting ). Meski begitu, saya tetap merasa Tahu Tek dan Tahu Telur itu berbeda. Meski semua bahan yang dipakai adalah sama, tapi secara penyajian berbeda, walaupun perbedaannya tipiiis banget. Tahu Tek sendiri masih banyak dan mudah ditemukan di Surabaya saat ini. Dan menjadi salah satu jajanan kaki lima yang banyak digemari penduduk Surabaya.

Wednesday, February 18, 2009

Tempe Sambal Kencur

Salah satu kewajiban seorang istri adalah menyiapkan hidangan untuk semua anggota keluarga dirumah. Jujur, saya masih belum termasuk istri teladan dalam mengerjakan kewajiban yang satu itu. Apalagi kalau disuruh masak tiga kali sehari, alamak, bisa seharian didapur. Tapi, biar cuma masak seadanya, tiap hari tetep harus masak. Meski cuma sekali, juga tetep harus dikerjakan.

Kalau ditanya sih, sebenernya paling males disuruh masak. Apalagi kalo lagi mati ide mo masak apa. Keluar deh jurus pamungkas, beli aja deeeeh...

Sama seperti hari ini, bingung mo masak apa. Terus ngintip ngintip dapur tetangga *kedip kedip*, pengen tau masak apa hari ini. Ting. Langsung dapat ide. Idenya juga gak jauh jauh dari yang dimasak tetangga. Catet : ngintip tetangga adalah jurus ampuh buat nyari ide.

Indonesian : Tempe Sambal Kencur

Tempe Sambal Kencur

Sumber : Tabloid Nova jaman gak enak...

Bahan :
1 bungkus Tempe, potong potong, goreng hingga kering
1 ikat Daun kemangi, siangi ( ambil daunnya ajah,.. mae )

Bumbu :
5 bh cabe merah / keriting
3 bh cabe rawit ( atau lebih, sesuai selera,.. mae )
1/2 sdt terasi matang
1 sdm gula merah yang sudah diremukkan/ dihaluskan
( +/- ) 5 cm kencur ( bisa diganti jahe klo ga ada,.. mae )
Garam secukupnya

Direction :
Tumbuh tempe yang sudah digoreng hingga hancur dan menjadi remah remah. Sisihkan

Tumbuk semua bumbu sedikit kasar. Tumis bumbu diatas wajan dengan sedikit minyak panas, aduk hingga harum. Masukkan gula merah dan aduk hingga menjadi karamel ( tambahkan sesendok air bila diinginkan ). Masukkan tempe lalu aduk segera hingga rata. Masukkan daun kemangi, lalu aduk cepat hingga daun layu. Matikan api. Hidangkan. Bila menyukai daun yang masih sedikit segar, matikan api sesaat setelah daun kemangi dimasukkan, lalu aduk hingga rata ( dengan posisi api telah padam ).

Sebenernya udah sering bikin ini. Tapi karena sering bikin jadi terlupakan. Eh, sekarang inget lagi *kemaren kemaren kena amnesia*. Bikinnya sih, super duper gampang. Rasanya juga, Indonesah banget deh. Paling enak dimakan sama nasi anget kepul kepul sebakul.

Sayur Asem Omahan

Ohya, ada sayur asem juga yang menemani hari ini. Meski gak nyambung sama sambel tempenya, tapi disambung sambungin aja deh. Ada satu pelengkap lagi, yaitu ikan asin bulu ayam yang gak sempet kejepret. Kalo dah gini, cepet cepet deh masak nasi lagi.

Wednesday, December 3, 2008

Nasi Kepal / Onigiri Boongan

Lama banget ga posting bebentoan ya. Pagi ini aku buatkan suami nasi kepal buat bekal 'jaga gardu'. Nasinya sih nasi goreng polos biasa. Trus di kepel kepel biar rapi. Trus waktu ronda pagi pagi, liat Onigiri buatan Teh Mira. Aduh itu baru onigiri beneran. Punyaku mah boongan. Maklum, lidah masih belum mau bersahabat sama citarasa Jepang. Apalagi Nori. Cium baunya aja udah mo muntah. Dasar lidah 'ndeso.

Nasi Kepal

Jadi, ya pake nasi goreng aja. Itu aku balur sama bawang goreng yang udah diremukin. Lauknya aku bikin omelette kornet sukaan suami. Tapi gak kepoto karena udah running late. Oya, nasi kepalnya harus dikepal waktu masih panas, biar padat. Ini tadi nyendokinnya pake scoop es krim biar sama ukurannya.


Pengen banget punya cetakan onigiri yang segitiga itu, tapi Daiso kenapa jauh bener dari rumah. Oya, deket rumah juga ada ding, tapi males mo keluar.

Thursday, November 20, 2008

Kering Tempe and A Lovely Neighbor

Minggu lalu aku di minta oleh tante ku untuk di buatkan masakan masakan awet untuk di bawa ke tanah suci, untuk menunaikan ibadah Haji tahun ini. Semoga di lancarkan ibadah dan perjalanannya. Dan menjadi haji yang mabrur sekembalinya nanti. Amiien...

Tanteku meminta aku membuatkan kering tempe, sambal bajak, dan serundeng daging. Jadi, seperti yang di minta, aku membuatkan kering tempe dan sambal bajak nya. Tapi berhubung aku belum bisa buat serundeng yang enak, maka masakan yang satu ini aku limpah kan ke tetanggaku yang baik hati ( matur nuwon sanget mbake ! ). Sudah dibuatkan serundeng, masih juga di kasi bonus Tofu Souffle yang masih hangat saat di berikan. Beberapa hari sebelumnya, aku juga di beri Macaroni Schotel Super. Aku sebut Super, karena rasanya sangaaat enak. Masih terbayang keju chamembert yang meleleh dipermukaannya. Membuat aku dan suami ku berebut menghabiskannya.

Thanks mbak. Thank you for being such a nice n' kind neighbor. Lucky to having you around.

Photobucket Photobucket
Macaroni Schotel and Tofu Souffle

Serundeng Daging Kedai Rachma
Serundeng Daging Kedai Rachma

Untuk kering tempe, aku menggunakan resep ku sendiri, yang ku adaptasikan dari berbagai resep di buku buku masakan. Biasanya hanya berisi tempe dan kentang. Tapi Tanteku meminta untuk menambahkan teri medan di dalamnya. He he berhubung terinya haluuus banget, jadi gak terlihat difoto alias ketutupan sama tempe dan kentangnya.

Kering Tempe

Kering Tempe

1 buah tempe ukuran sedang ( aku pakai tempe malang ), iris korek api, atau kotak tipis
3 buah kentang sedang/ 2 buah kentang besar, kupas, iris tipis, rendam air
5 siung bawang merah ( atau lebih, sesuai selera ), iris tipis, atau gunakan bawang merah goreng siap pakai
2 buah cabe merah ( atau lebih, sesuai selera ) buang isi, iris halus memanjang
cabe rawit bila suka, jumlah sesuai selera, biarkan utuh

Goreng semua bahan tersebut secara terpisah hingga kering. Dinginkan atau bila belum sempat menyelesaikan, simpan ( terpisah ) dalam wadah kedap udara.

Bumbu halus :
2 siung bawang putih
1 ruas kecil jahe ( kurang lebih seiris aja ) kupas, dikiiit aja, ga pake juga gapapa,..mae
cabe rawit bila ingin rasa pedas

gula, gula merah sisir, dan garam secukupnya

Cara membuat :
- Campur ( urap ) semua bahan gorengan kering, sisihkan.
- Tumis bumbu halus hingga harum dan agak kering ( jangan sampai gosong ). Tambahkan sedikit air. Sedikit aja kira kira 3-4 sdm. Tambahkan gula, gula merah sisir, dan garam, aduk hingga rata dan gula cair ( meletup letup ).
- Masukkan segera campuran gorengan keringan, matikan api. Lalu aduk ( urap ) dengan cepat dan segera hingga bumbu salut tercampur dengan keringan. Dinginkan, simpan dalam wadah tertutup.

Berhubung akan di bawa dalam waktu yang cukup lama, maka aku mengemasnya secara satuan / porsian. Takutnya bila diletakkan dalam satu wadah, akan lebih mudah rusak karena sering dibuka tutup. Mungkin memang tidak akan bertahan selama 40 hari mereka disana, atau bahkan separuhnya, tapi paling tidak jangan sampai ada yang terbuang karena rusak sebelum dimakan.


Aku menggunakan dua rangkap plastik untuk menjaga kesegarannya. Semoga bantuan kecilku ini bermanfaat di sana. Untuk semua umat muslim di Indonesia yang menunaikan ibdah haji tahun ini, aku ucapkan Selamat Menunaikan Ibadah Haji. Semoga Menjadi Haji Mambrur. Amin !

Monday, September 22, 2008

WTSIM... Indonesia : Beef Krengsengan / Beef Sweet Soy Sautee

" Halo, apa kabar ? "

That how we Indonesian say, " Hi, how are you ? "

I'm feeling a little bit unconfident to submit on this event since I'm not an active English speaker. Otherwise, I'm feeling exited for participating on this event, when I heard this month's theme for 'Waiter There Something In My...' was Indonesia. I thought I must tried to wrote something about my country and let people in other countries know more about it.

Do you know Indonesia? I am quite afraid there are many people from other nations don't know about - or even have heard about- this country. But if I'm asking you, do you know Bali ? Yes, I will absolutely hear something nice about it since it is one of most popular place on earth. But have you already known that Bali is a part of Indonesia ? I would be so glad if you already know it.

Talking about Indonesia is talking about many cultures ( our country also called with A Thousand Islands Nation ). And many cultures mean many kind of culinaries. Oh yes, we are rich of its.
Actually, I got confused of what dish I am going to write for this event, because there are a lot lot lot super duper lucious Indonesian foods I love ( you wouldn't imagine how many are they. More than Nasi Goreng or Beef Rendang ! ) But I had choosen one for you. One of popular food in the city I live.

I live at Surabaya. A capital city of East Java Province. One of others big provinces in this country. If you were here, you may find Rawon ( Beef Black Stew ) and Rujak Cingur ( Cooked mix vegetables and raw fruits served with buffalo mouth and black sauce) that were being iconic foods in Surabaya. You may find them every where, from the street vendors to fivestar hotel's restaurants. But I won't write about one of them cause I think it will be difficult for you to find specific ingredients needed -which could only found in Indonesia- to cook them. But Surabaya has one more popular food that I thought I could share it for all people over other nations, so they would able to try this in their own kitchen, no matter where they lived ( sounds quite optimistic, ha ha ). It called Beef Krengsengan or Beef Sweet Soy Sautee ( Beef Cooked with Sweet Soy Sauce ). Sometimes it also use Lamb / Mutton and called Mutton Krengsengan.

Krengsengan

Like others recipe has, this recipe also has many versions. Some people add Petis or Shrimp Paste and other don't. But generally, it has similar serving appearance and also similar taste and fragrant for every version. And each version has it own characteristic. The one I had is the simplest one. This recipe belongs to my mother and it has been simplified by me. Hope this won't change the originality of the dish.

Beef Krengsengan / Beef Sweet Soy Sautee


250 grms meat, cut it into small pieces
4 cloves shallots, diced
3 cloves garlics, diced
1 big onion, diced
2 red chillies, diced
1 1/2 tbs ginger root, peeled and minced or grated
about 4 - 6 tablespoon sweet soy sauce
a pinch of pepper *I used black pepper*
fresh grated nutmeg, added as you wish
salt and a bit of sugar as you wish

Directions :
- Saute diced onions, shallots, garlics, chillies, and grated ginger until faded and fragrant. Remove from heat then finely process them with food processor or dry mill. Add a bit of water if needed to make them refined easily.
- Saute them again until water decreased. Add meat, and stir until its color changed then add about a cup of water or more. Cook thorougly until meat got soften/ tender and the stew got thickened.
- Add salt, pepper, grated nutmeg and sweet soy sauce, stir them again until well mixed. You may add a cube of beef seasoning if you wish. Remove from heat and sprinkled with bawang goreng ( crisp fried shallots ).
- Serve with warm rice, cucumber and carrot pickles, and krupuk ( prawn crackers ).


Beef Krengsengan

I hope the dish could represents one of many Indonesian foods. It looks like beef rendang, though, but it has different taste and ingredients. Also much easier than beef rendang that I cannot made it myself untill now.

Thanks to Andrew for choosing my Country as the theme this month. I really apreciate it !

" Terima Kasih ! " ( Thank you ! )

*I feel so sorry if there any incorrect spell, grammar or structure since I have a limited English speaking ability :D*

Friday, September 19, 2008

Bumbu Merah a la Kepiting Dandito

Masih berbau seafood. Setelah kemaren secara tidak sengaja bikin fuyunghai kepiting hanya karena tidak menemukan kepiting segar untuk dimasak ala Kepiting Dandito - Balikpapan. Jadi hari ini, karena masih diliputi rasa penasaran, aku memutuskan untuk mencoba resep tersebut. Tapi tidak dengan kepiting, melainkan dengan udang dan pindang tongkol *yang ini apa termasuk seafood ya ?*. Gak masalah lah, niatnya emang cuma pengen nyoba bumbunya.

Bumbu Merah a la Dandito

Bumbu Merah a la Kepiting Dandito ( Balikpapan )
Source : Tabloid Koki edisi 129/ Agustus 2008 hal. 19 

Bahan :

4 siung bawang putih, iris
4 siung bawang merah, iris
1 buah bawang bombay, iris
2 buah cabe merah besar, buang isinya lalu iris
5 buah cabe merah keriting, iris *gak punya, jadi aku ganti cabe merah besar 3 buah, jadi total 5 buah,...mae*
1 ruas jahe merah, kupas lalu parut *aku pake jahe biasa,...mae*
3 lembar daun jeruk, iris halus
4 batang serai, memarkan
100 - 200 gr gula merah
1 sdt angciu / arak merah *gak pake,...mae*
garam, gula dan penyedap secukupnya

Cara membuat :

Panaskan beberapa sendok makan minyak goreng, lalu tumis semua bawang bawangan dan cabe hingga harum dan layu. Masukkan bahan bahan lain ( kecuali gula merah dan angciu ), lalu tumis sebentar hingga semua bumbu benar benar layu. Angkat dan sisihkan serainya. Haluskan bumbu dengan blender.

Panaskan wajan, lalu tuang angciu hingga aroma menguap. Tumis kembali bumbu yang telah dihaluskan ( serehnya aku masukin lagi ), tambahkan sedikit air lalu masukkan gula merah. Aduk hingga gula merah mencair , tercampur rata dan bumbu kesat/ mengental. Bumbu siap digunakan.


Udang dan Suwir Pindang Tongkol bumbu merah a la Dandito *maksa dot com*

Aromanya, nendang banget. Wangi daun jeruk, jahe dan sereh yang dominan khas banget sama olahan seafood. Enaaaak deh ! Tapi aku yakin yang asli pasti jauuuuh lebih enak dan jauuuh lebih khas. Karena sebagian bahannya ( seperti cabe keriting dan jahe merah ) mungkin lebih mudah diperoleh disana.

Pokoknya cocok deh ! Cuma ada satu yang kurang sreg ... gak ada kepitingnya !

Tuesday, September 16, 2008

Fuyunghai

Kemaren pagi, kami menonton acara kuliner ditelevisi. Waktu itu liputannya tentang seafood. Salah satu hidangannya adalah kepiting saos. Masakan paling digemari suami.

" Wuih, buka ( puasa ) itu kayaknya enak deh. " celetuk suami.
" Heh ? " aku pura pura nggombloi...

Meski begitu, aku gak kepikiran mau masak kepiting. Pasalnya tiap kali aku masak kepiting, hasilnya selalu kurang memuaskan. Jadi males.

Siang siang, iseng buka buka tabloid KOKI edisi lalu. Ada liputan kepiting Dandito khas Balikpapan. Hmmm... looks yummy. Baca baca resepnya spertinya gak terlalu sulit ngolahnya. Lima menit setelah itu aku sudah berada diatas mobil siap menuju supermaket terdekat untuk mencari kepiting. Bersemangat sekali waktu itu. Aku sudah membayangkan ada kepiting saos dimeja makan saat buka nanti. Bukan.. bukan. Aku membayangkan ada kepiting saos - buatanku sendiri - diatas meja makan saat buka nanti.

Ternyata belum rejeki bisa buka pake kepiting saos.

" Kepitingnya lagi kosong bu. " Kata pelayan food counter. Yaaaah...... *bayangan kepiting saos buatan sendiri diatas meja makan saat buka pecah berkeping keping*

Daripada pulang tak membawa hasil, jadi aku putuskan untuk berkeliling aja, siapa tahu ada sesuatu yang enak untuk diolah. Lewat dibagian frozen foods, mataku langsung tertuju pada daging kepiting beku. Ting ! Ga dapat kepitingnya, ya dagingnya ajah.

Yup, aku mo bikin fuyunghai ajah. Ini juga salah satu yang gak bakal ditolak suami.

Jadi aku bikin fuyunghai dengan resep dibawah ini . Tapi bila ada yang punya resep fuyunghai yang lebih sip, boleh deh bagi keaku...

Crabstick Omelette with Sour Sauce

Fuyunghai


Isian :

100 gr daging kepiting beku
1 bh bawang bombay, cincang halus
1 bh wortel ukuran sedang, kupas lalu parut kasar ( optional )
garam, merica sesuai selera

2 bh telur
2 sdm tepung tapioka / kanji

Saus :

1/2 bh bawang bombay
1 siung bawang putih
3 sdm saus tomat
green peas atau wortel potong korek api secukupnya / sesuai selera ( optional )
kurleb 100 ml air
1 sdt tepung kanji larutkan dengan sedikit air
garam, gula secukupnya

Cara membuat :

Panaskan minyak untuk menumis. Masukkan bawang bombay, aduk hingga layu dan harum.
Masukkan daging kepiting, aduk aduk hingga daging terurai dan tumis sebentar hingga daging terlihat agak kering ( mawur ). Tambahkan wortel parut. Masak sebentar hingga rata dan kering. Tambahkan garam dan merica sesuai selera, lalu aduk hingga rata. Sisihkan lalu dinginkan. Sampai tahap ini, isian ini bisa disimpan didalam kulkas selama beberapa hari dalam keadaan tertutup rapat.















Menjelang digoreng, tambahkan tepung kanji kedalam tumisan daging kepiting tersebut. Aduk rata ( diurap ) agar tepung kanji tidak menggumpal. Masukkan telur, aduk rata lalu goreng didalam minyak yang agak banyak dan panas. Hidangkan dengan saosnya.

Saus :

Panaskan margarin ( bisa juga pake BOS/ RBS untuk aroma ) lalu tumis bawang bombay dan bawang putih hingga harum. Masukkan air, saos, garam dan gula. Tunggu hingga mendidih lalu masukkan greenpeas. Masak sebentar. Cek rasa. Setelah dirasa pas, tambahkan larutan tepung kanji sedikit demi sedikit hingga kekentalan yang diinginkan. Bila dirasa kurang kental, tambahkan lagi.

IMG_1041a

Oya, bagi yang tidak bisa makan daging kepiting, bisa juga diganti dengan udang yang sudah dihaluskan atau bahkan daging ayam. Variasi keduanya juga sering aku buat dan gak kalah enak kok. Malah aku juga sering mencampurkan tahu. Jadi fuyunghai tahu. Lumayan praktis dan enak.

Semoga berguna !

*nengok kalender* dah jalan minggu ketiga puasa, blom bikin kuker en pe er *gubraks*

Thursday, July 10, 2008

Bakwan / Dadar Jagung

Dulu gak suka banget sama penganan yang satu ini. Aneh aja, ada jagung kok digoreng. Sekarang, jangan ditanya. Dimanapun, kalo liat ini gak bakal nolak deh. Doyaaaaan banget. Orang serumah juga doyan. Tapi males aja klo sering sering bikin. Rada ribet. Nurut aku...

Tapi kalo virus males lagi pergi, sempet sempetin bikin ini. Gak bakal bersisa, yang ada malah rebutan sama orang rumah. Resepnya dapet dari nenekku. Udah top brand deh dikeluargaku :)

Bakwan / Dadar Jagung
( untuk resep aku gak pernah pake takaran, kira kira aja. Jadi resep yang aku kasih disini juga kira kira ya... )


4 bh jagung jawa, bisa diparut, disisir trus diulek, ato pake cara modern, abis disisir masukin food processor. Kalo aku sukanya diparut. Ini nih yang bikin males...

10 udang kecil / 5 udang sedang-besar. Kupas bersih. Haluskan.

Daun bawang, ambil daunnya aja. Iris iris.

I butir telur, kocok lepas. Mo enak lagi, pake kuningnya aja.

Haluskan :

3 siung bawang putih
kira kira 1 ruas temu kunci. Atau sesuai selera. Aku sukanya agak banyakan.
1 buah cabe merah atau cabe keriting juga boleh
3 bonggol daun bawang ( bonggolnya ajah )
garam, gula secukupnya

Campur jagung yang sudah dilumatkan ( kasar ) dengan udang, irisan daun bawang, telur dan bumbu halus. Aduk rata. Goreng dengan minyak panas secukupnya. Tingkat kekeringan sesuai selera. Lha ini, biar satu rumah selera beda beda. Ada yg suka digoreng sampe kering ada yang suka masih lembek lembek gitu. Aku mah dua duanya masuk, hehe... ( doyan pa laper ? )

Bakwan Jagung

Oya parutannya bukan parutan kelapa itu loh, tapi parutan buah. Kalo gak ada pake parutan keju aja juga bisa.


parutan yang aku pake

Dihidangkan bersama sayur bayam bening, dan sambal tomat, klop deh ! Bisa sampe nambah nambah...

Semoga berguna ya, en selamat marut... *esspecially for KBBers*

Monday, April 21, 2008

A Food Set

Iseng - iseng dipagi hari, saat mood masak lagi bener bener bagus. Masak 5 macem masakan sederhana yang dihidangkan dalam sebuah wadah plastik sederhana. A Vi***za wannabe kamsudnya, huehehehe... scara benda tersebut masih tergolong mewah buat daku. Ibu mana sih yang ga pengen punya sebuah dinner set yang 'mewah'. Tapi kalo daku udah pasti tuh benda bakal 'dipingit' dilemari aja. Paling dipake klo ada tamu aja. Huahahaha... tamu aja jarang datang kerumah :) Kalo mo dipake sehari - hari, berarti daku kudu masak 5 macem masakan setiap harinya. Hweks !? Masak 2 macem aja dah untung untungan. Maklum ibu sok sibuk seperti daku selalu mencari seribu alasan untuk tidak menghidangkan beragam masakan dimeja. Hehehe...



Mama ku, adalah wanita yang sangat menyukai keindahan, estetika, dan tata krama. Maklumlah, orang dulu ( maksudnya ? ) Beliau sering ngajarin nilai nilai estetika dalam kehidupan. Soalnya sampe saat ini aku masih rada oon soal tata krama, keindahan en estetika. Masih suka sembrono, berantakan, en awut awutan. Nah, estetika ini juga diterapkan diacara makan loh. Bagaimana menata meja yang rapi, menata piring yang sopan. Sampe memilih ukuran, bentuk dan bahan piring piring yang akan dipakai juga sangat diperhatikan. Pokoknya table manners banget deh! Dikit dikit sih udah mulai diterapkan dikeseharianku. Dikiiiiit.... :D soalnya aku ini orangnya sante buanget. Jarang mikirin yang gitu gituan. Beberapa waktu lalu mama nawarin aku dinner set 'mewah' yang terdiri dari 5 mangkuk hidangan. Tapi pesennya tuh benda kudu dipake buat hari hari. Aku bilang nanti nanti dulu deh ma, belum perlu. Padahal maksudnya biar ga harus masak 5 macem masakan tiap hari :P Bandel ih!

Monday, April 14, 2008

Nugget Tahu


Nugget tahu yang aku buat sendiri untuk ngisi bento papa. Resepnya kira - kira aja alias asal campur.

Nugget Tahu

2 potong tahu putih, remas remas
1 sisi potongan dada ayam, cincang halus ( bs diganti udang )
2 butir telur, kocok lepas
1/2 butir bawang bombay
1 batang bawang pre, buang bagian ijonya, rajang halus
1 batang seledri, cincang halus
garam, gula, merica secukupnya


- Tumis lebih dahulu bawang bombay dan bawang prei hingga harum dan layu. Sisihkan.
- Campur semua bahan lainnya hingga rata, lalu masukkan tumisan bawang. Aduk rata lalu masukkan dalam plastik kecil, kukus selama 1/2 jam. Tusuk - tusuk plastik dengan garpu, lalu teruskan mengukus selama 1/2 jam.
- Dinginkan, potong - potong lalu celupkan kedalam kocokan putih telur. Gulingkan dalam tepung panir, goreng dalam minyak panas api sedang.
Kalo bikin banyak dan mo disimpan difreezer, tidak perlu menggoreng sampai coklat. Goreng sebentar saja, dinginkan lalu masukkan dalam wadah kedap udara, nugget siap disimpan difreezer. Saat akan disantap, goreng lagi sampai kecokelatan. Bisa tahan selama 2 minggu dalam keadaan beku.

Selain dibuat nugget, adonan mentahannya bisa langsung digoreng. Jadinya nanti ya bakwan tahu telur.

Wednesday, April 9, 2008

Rolled Omelette


Tadi malam baru balik dari Gresik, jadi pagi ini gak punya persediaan bahan untuk belanja. Mo belanja dulu juga ga sempet, keburu papa berangkat kerja. Masak apa ya... ? Adanya cuman telur, ya udah didadar aja. Biar gak bosen dadarnya aku gulung, papa sukaaaa... Tasya juga syuka. Tapi ga boleh banyak - banyak ya sayang, ntar badannya gatel - gatel kan kasian adek... Hidanginnya juga cuma dengan sambel kecap, yang praktis - praktis ajah biar cepet. Maklum, kesiangan, hahahaha...... dasar males ;)
Oya si telur aku tambahin, bawang merah, n' bawang pre rajangan yang banyak. Trus dikasi 1 sdt tepung kanji biar tebel n' gak gampang kempes.... Ini mah tamagoyaki ala Indonesia kali ya.

Recent Post on Mae's Little Kitchen

My photo
Mom of a lil' girl who still longing for her passion. Obsessed to know more, learn more, take more and give more... Here, on her lil' kitchen.
Unless mentioned, described, or linked, all works and photographs are created by May Irianti. Copyright 2007 - 2008. You may copy only the recipes but please do make a link to this blog. DO NOT COPY . Please ask first !

Followers