Showing posts with label cake. Show all posts
Showing posts with label cake. Show all posts

Saturday, January 30, 2010

KBB # 15 : Mud Cookie Cake Sandwich

KBB pertama ditahun 2010, dengan tantangan Mud Cookies Cake Sandwich. Hihihi, kebayang gak gimana penampakannya ? Denger judulnya ada udah bingung kan. Sama ! Soalnya masing masing komponen katanya biasa berdiri sendiri. Cake, cookies dan sandwich. 3 jenis kudapan yang sangat berbeda jenisnya. Tapi memang belum bisa dibayangkan kalo belum mencobanya.

Actually, agak malu nih karena di putaran kali ini aku tidak menyelesaikan peernya dengan baik. Maaf sebesar besarnya ya ibu ibu host dan ibu kepala suku, aku ngaku lalai kali ini. Hiks !

Mungkin laporanku kali ini singkat saja, karena dari semua steps aku hanya sempat membuat mud cake-nya. Nih laporannya...

Resep KBB#15: Mud Cake Cookie Sandwiches

Source: The Australian Women's Weekly: cupcakes, cheesecake, cookies. ACP Magazine Ltd. 2008

Makes 24

250g butter, softened
330g firmly packed brown sugar
2 eggs
450g plain flour
75g self-raising flour
50g cocoa powder
2 Tbs cocoa powder, extra

Chocolate Mud Cake
150g butter, chopped
100g dark eating chocolate, chopped coarsely
220g caster sugar
125ml water
2 Tbs coffee liqueur
150g plain flour
2 Tbs cocoa powder
2 egg yolks

Combine butter, chocolate, sugar, the water and liqueur in small saucepan. Stir over low heat until smooth. Place mixture in medium bowl; cool 10 minutes. Whisk in sifted flour and cocoa, then egg yolks. Bake about 25 minutes. Cool cakes in pans. Using 6.5cm round cutter, cut 12 rounds from each cake.

Chocolate Ganache
80ml cream
200g dark eating chocolate, chopped coarsely

Bring cream to a boil in small saucepan; remove from heat. Add chocolate; stir until smooth. Refrigerate until spreadable.


  1. Preheat oven to 170C/150C fan-forced. Grease two 20cm x 30cm lamington pans; line with a strip of baking paper, extending paper 2cm above edges of pans.
  2. Make chocolate mud cake.
  3. Make chocolate ganache.
  4. Beat butter, sugar and eggs in small bowl with electric mixer until combined. Transfer mixture to large bowl; stir in sifted flours and cocoa, in two batches. Knead dough on floured surface until smooth; divide in half, roll each portion between sheets of baking paper until 5mm thick. Cover; refrigerate 30 minutes.
  5. Preheat oven to 180C/160C fan-forced. Grease oven trays; line with baking paper.
  6. Using 6.5cm round cutter, cut 48 rounds from dough. Place about 3cm apart on oven trays. Bake about 12 minutes. Cool on wire racks.
  7. Spread ganache onto underside of cookies; sandwich a mud cake round between two cookies.
  8. Using heart template, dust cookies with extra cocoa.


Ummm.... cake nya padeeeeeeeet banget, mirip kyak cake bantat gitu tapi nyoklat banget. Rasanya mirip mirip brownies tapi lebih padat lagi. Bikinnya gak sulit juga. Waktu pertama baca resepnya yang puanjang, pikirku tantangan kali ini bakalan susaaah. Tapi setelah dibaca dan dipelajari, ternyata gak terlalu sulit kok, hanya emang sih proses nya agak panjang.


Hanya ini yang bisa kulaporkan, udah gak tuntas, telat lagi postingnya. Hiks, muaap yaaaa.... siap deh dapet hukuman :(

Wednesday, January 6, 2010

Cheese Cream Banana Nut Bread

Udah luamaaaaaaaaa banget pengen nyoba resep yang satu ini. Setelah berbulan bulan numpuk di tumpukan print out, akhirnya baru hari ini kesampean bikinnya. Dengan komposisi cream cheese didalamnya, this recipe must be so good...

Cream Cheese Banana - Nut Bread

Cream Cheese Banana Nut Bread
Original recipe taken from myrecipes.com. Converted and modified by May Irianti.

( I used a half part of the original recipe, ..mae )

50 gr butter
100 gr creamcheese
175 gr gula pasir
1 butir telur
180 gr tepung terigu
1/4 sdt baking powder
1/4 sdt baking soda
1/4 sdt garam
2 buah pisang matang, haluskan ( aku pake pisang ambon. Klo pengen aroma yang kuat, pake pisang jenis apa saja yang sangat matang dan kulitnya mulai kehitaman, .. mae )
50 gr kacang2an, panggang sebentar ( aku pake kenari cincang, ..mae )
1/2 sdt extract vanilla ( aku pake butter-vanille essence )

Olesi loyang loaf dengan margarin, alasi dengan kertas dan olesi kembali dengan margarin. Panaskan oven hingga mencapai suhu 180 degC. Sisihkan.

Kocok butter dan cream cheese hingga lembut, tambahkan gula sedikit demi sedikit. Kocok terus hingga creamy dan fluffy. Masukkan telur, kocok pelan hanya hingga tercampur rata.

Campur tepung dan bahan kering lainnya, lalu masukkan kedalam kocokan butter+cream cheese. Kocok sebentar dengan speed rendah hingga tercampur rata. Masukkan pisang, kacang kacangan dan vanilla extract, aduk hingga rata. Adonan bertektur sangat kental mirip adonan pisang goreng.

Tuang dalam loyang, panggang selama kurang lebih 45 menit atau hingga permukaan kecoklatan. Cek dengan menggunakan tusukan sate, bila tusukannya kering setelah dimasukkan, tandanya cake sudah matang.

Keluarkan dari loyang dan dinginkan. Hias sesuai selera.

Cream Cheese Banana - Nut Bread

So, hasilnya gimana ? Huendang boook.... pokoknya apapun itu yang bisa bikin aku pengen nambah lagi dan lagi, berarti itu enaaaaak... ( at least menurut ukuranku, hehehe ). Tekstur padat tapi gak seret. Semua aroma baik pisang, butter, vanilla, dan cream cheesenya memang samar, tapi semuanya blending jadi satu dengan sangat manis. Aku paling suka sensasi waktu ketemu sama kenarinya, ah... cakep deh ah !

I recommended this recipe !

Wednesday, November 4, 2009

Cake Madu Mongso / Sweet Fermented Tidbits Cake

Belakangan ini mood ku sedang sangat baik. Hampir semua yang kukerjakan, kulakukan dengan semangat. Alhamdulillah... Tidak terkecuali mood bereksperimen didapur. Bawaannya pengen nyobain resep resep yang aku browse di Google. Banana cake, bread pudding, es krim, sorbet, dan masih banyak lagi lainnya. Semua resep yang aku kumpulkan dalam bentuk print out dari internet. Semakin hari semakin menumpuk. Menunjukkan banyak sekali yang ingin segera kupraktekan.

Sayangnya, udara benar benar sedang tidak mendukungku. Hawa panas dan kering yang mendera kota Surabaya 3 bulan terakhir ini sungguh - akhirnya- benar benar membuat aku bertekuk lutut tak berdaya di dapur. Seperti yang sering kuceritakan sebelumnya, dapurku terletak dibagian paling belakang, semi outdoor. Pada siang hari, dapur adalah bagian yang paling kuat terpapar sinar matahari dibanding bagian lain dirumah. Inilah yang akhirnya membuat aktivitas didapur pada siang hari sedikit kurang nyaman karena 'hangat'nya suhu ruangan.

Alhasil waktuku di siang hari banyak terbuang dengan hanya berdiam diri di kamar. Temperatur a/c yang sudah ku set di titik terendah 18 derajat pun hanya terasa seperti hembusan kipas angin yang - sedikit- sejuk. Padahal biasanya pada titik temperatur 24 saja tubuh ku sudah tidak kuat menahan hawa 'dinginnya'. Tapi mau gimana lagi, mengeluh juga rasanya kurang bersyukur... Karena diluar sana masih banyak orang yang menggantungkan hidupnya dengan bekerja dibawah terik matahari.

Minggu lalu saat berkunjung ke rumah keluargaku di Gresik, nenekku sedang membuat sewajan besar madu mongso. Tentu saja, saat akan kembali ke Surabaya, beliau tidak mengijinkan ku pulang tanpa membawa semangkuk besar madu mongso. Karena tak ingin membuat beliau kecewa, kuterima saja. Bisa ditebak, sesampai dirumah aku bingung sendiri bagaimana menghabiskan madu mongso sebanyak ini...

Dyptich - Madu Mongso

Teringat salah satu edisi tabloid KoKi yang pernah memuat aneka resep berbahan dasar madu mongso. Langsung saja ku bongkar tumpukan tabloid - yang biasanya hanya kubuka buka tanpa membaca isinya - dibawah meja. Edisi demi edisi kuamati untuk mencari di edisi mana aku pernah menemukan kumpulan resep itu. Ha ha, memoriku berfungsi baik saat itu ( aku adalah seorang pengidap penyakit lupa yang cukup akut ).

Dapat ! Resep aneka modifikasi madu mongso itu dimuat disalah satu edisi. Ada 4 resep yang dimuat disana. Aku memilih salah satu yang paling mudah dan yang semua bahannya ada dirumah. Yup, pilihanku jatuh pada Roll Gulung Madu Mongso. Roll ??? Umm ... lihat saja nanti lah...

Siang hari kemarin - sama seperti siang siang sebelumnya - cuaca sangat 'cerah' dengan matahari yang bersinar menyilaukan. Cucian yang baru saja kujemur kering dalam waktu satu jam saja. Hmm... bagaimana dengan kita ? Semangat yang sudah ku himpun sejak pagi untuk bereksperimen di dapur, tiba tiba saja menciut sepulangnya aku dari menjemput putriku dan kemudian masuk ke dapur. Ya ampun, bahkan untuk bertahan 5 menit saja aku rasanya tak tahan... Jadilah, alih alih masuk dapur, aku - pada akhirnya - masuk kamar lagi.

Setelah menidurkan putriku, aku kembali membuka lembar demi lembar tabloid yang tergeletak diatas meja kamarku. Kembali ku baca resep yang sudah aku tandai. Kemudian berfikir sejenak. Tit ! Udahlah, bodo amat ama cuaca. Masih syukur dapurku ada atapnya. Sesaat kemudian aku sudah berdiri didapur, menyiapkan kitchen scale, mixer, bowl, tepung, telur dan bahan bahan kue lainnya, dalam keadaan - tentu saja - basah berkeringat !

Aku berusaha menyelesaikan resep ini dengan cepat. Maksudnya agar tidak berlama lama berada di luar ( dapur termasuk area 'luar' bagiku ). Sekitar 45 menit, cake sudah matang. Hmmm... mencium aromanya, seketika hawa panas dan gerah tidak lagi kurasakan. Lega rasanya bila sudah menyalurkan 'hasrat' untuk bereksperimen.

Jadilah ini, hasil perjuangan ku melawan panasnya cuaca.

Cake Madu Mongso / Fermented Sweet Tidbits Cake

Cake Madu Mongso

( Sumber : Tabloid KoKi dengan sedikit modifikasi )

Bahan :

5 butir telur utuh
50 gr gula pasir ( resep asli : 75 gr )
1 sdt SP

100 gr tepung terigu
1 sdm susu bubuk
1 sdm tepung maizena
1/2 sdt garam

100 gr madu mongso / tape ketan hitam ( resep asli : 50 gr )
75 gr mentega /margarin, lelehkan

Direction :

Siapkan loyang 22 x 22 x 4 cm, olesi mentega dan alasi dengan kertas roti, olesi lagi dengan mentega, sisihkan. Atau bila ingin dibuat roll, bisa menggunakan loyang 27 x 27 x 3 cm. ( Karena ragu ragu dibuat roll, aku memutuskan dibuat cake potong aja. Lebih aman, hehehe.... mae )

Panaskan oven hingga kurang lebih bersuhu 180 degC.

Campur semua bahan kecuali mentega dan madu mongso. Kocok dengan mixer kecepatan tinggi hingga kaku dan pucat. Masukkan madu mongso, kocok sebentar hingga rata. Terakhir tuangkan mentega lalu aduk perlahan - dengan gerakan melipat - hingga rata. Tuang dalam loyang dan oven hingga matang ( kurang lebih 15 menit di suhu 160 derajat celcius )

Dyptich - Madu Mongso

Hasilnya ternyata tidak mengecewakan. Textur sedikit padat, lebih mirip butter-type cake timbang sponge-type cake. Mado mongsonya tidak terlalu berasa karena disamarkan oleh aroma butter yang lebih menonjol. Hmmm... sangat cocok di makan sebagai pendamping teh di pagi atau sore hari. Ohya, madu mongso dalam cake ini bisa diganti tape ketan hitam kalo mau. Karena berasal dari bahan dasar yang sama, aku rasa cocok cocok aja, bahkan mungkin akan lebih kuat aromanya bila menggunakan tape ketan hitam.

Jadi, kalau kebetulan dirumah punya persediaan madu mongso dan bingung mau diapakan, coba resep ini aja. Sekarang aku mo mikir lagi nih, gimana ngabisin sisa madu mongso yang - tetep aja - masih banyaaaak.....

Thursday, October 22, 2009

Brownies Kukus Pisang ( Banana Steamed Brownie )

Beberapa minggu lalu, sepulang mudik dari Pulau Bangka, kakak iparku mampir kerumah membawakan beberapa oleh oleh. Salah satunya sesisir pisang kepok mentah yang masih sangat hijau. Pisangnya akhirnya kusimpan digudang dapur, sembari berpikir akan dijadikan apa nanti bila matang. Selain pisang goreng tentunya. Tapi pikiran tersebut ku abaikan saja karena kupikir, ah matengnya paling maish beberapa hari lagi. Santai santai aja lah...

Keesokan paginya, saat aku masuk kegudang dapur, aku terkejut melihat pisang yang malam sebelumnya berwarna hijau dan keras, sekarang berubah menjadi kuning dan lunak. Hah ?? Gak nyangka aja bisa matang dalam satu malam saja. Tapi karena belum ada ide mau diapain, jadi hari itu pisangnya tidak ku sentuh.

Memang sejak beberapa waktu lalu penasaran banget pengen berexperimen dengan pisang. Tapi diapain ? Dewa Google kayaknya menjadi satu satu nya tempat untuk mencari inspirasi. Siang itu, aku menyempatkan diri mencari berbagai resep resep cake berbahan dasar pisang. Banyak memang, tapi aku memilih beberapa diantaranya yang hasil akhirnya kira kira ( kubayangkan ) cocok dengan seleraku.

Dan ini lah hasil experimenku dengan pisang. Resepnya aku dapat dari dapurVeo , tapi aku modifikasi lagi.

Steamed Banana Brownies

Brownies Kukus Pisang

3 butir telur
50 gr gula pasir
1/4 sdt garam
1/2 sdt emulsifer
75 gr tepung protein sedang
15 gr coklat bubuk
75 gr dark cooking coklat, potong-potong, lelehkan
150 gr pisang ambon, haluskan ( aku pake pisang kepok matang, .. mae )
40 ml minyak goreng
1/2 sdt mocca pasta

Cara :
Siapkan loyang 20x20, olesi margarin dan alasi dengan kertas kue. Panaskan kukusan. Campur coklat leleh dan minyak, aduk rata. Campur tepung terigu dan coklat bubuk, aduk rata, sisihkan semuanya.
Kocok telur, gula, garam dan emulsifier hingga lembut dan mengembang. Masukkan pisang, kocok lagi. Tambahkan campurang tepung, aduk rata. Tuang pasta, aduk rata. Lalu tuang campuran coklat leleh, aduh hingga benar benar rata. Tuang dalam loyang, kukus kurang lebih 20 - 25 menit. Angkat, dinginkan dan hias sesuai selera.

Note : Kalo bener bener pengen kuat rasa pisangnya, bagi 2 adonan. Kukus 1/2 adonan pertama selama 10 menit, tata pisang yang diiris tipis memanjang ( or keju if you like, or both ! ) lalu tuang 1/2 adonan kedua, kukus hingga matang.

Hasilnya cocok sama seleraku. Aroma pisang tersamarkan dengan aroma coklat. Secara aku ga begitu suka pisang yang diolah jadi kue kue, apalagi yang aromanya strong banget. Teksturnya sedikit padat tapi tetep empuk. Ratingnya : 4 stars.

Thursday, June 4, 2009

Linda Collister's Espresso Brownies

I put my credits to my superkind neighbor, Mrs. Rachmah who shared this recipe belongs to Linda Collister. Which has written on her precious book, BROWNIES.

Minggu ini, semangat baking sedang on the mood. Jadi pengennya masuk dapur en nguplek nguplek mixer dan bowl yang udah lumayan lama duduk manis di lemari. Jadi target hari ini adalah Espresso Brownies yang pernah diposting disini sama Jeung Rachmah.

Kenapa brownies ini ? Karena dulu aku sempat dikasi testernya sama mbak Rachmah, dan sungguh rasanya memikat hati. Setelah sekian lama, akhirnya baru hari ini berani nyoba sendiri. Dan hasilnya, wah sungguh bikin tambah jatuh cinta.

So, for the die-for-chocolaters, I recomended this recipe !

Linda Collister's Espresso Brownies

Espresso Brownies

Source : Linda Collister's Brownies Book

Ingredients :

230 gr Good quality plain chocolate ( aku pake Milk Cooking Chocolate, dilelehkan, ..mae )
115 gr unsalted butter, softened
300 gr caster sugar
5 large free range eggs, lightly beaten
4 tablespoons, strong espresso coffee, room temperature ( aku pake 4 bungkus instant coffee, larutkan dengan 1 sdm air panas,..mae )
70 gr plain flour
70 gr cocoa powder, plus extra for dusting ( cuma pake 50gr, .. mae )
15 gr susu bubuk full cream ( ngikut mbak Rachmah,.. mae )

Direction :

Siapkan loyang : alasi dengan kertas roti dan olesi dengan margarin. Panaskan oven hingga mencapai suhu 160 - 165 Celcius.

Kocok butter dan gula hingga lembut, sisihkan. Kocok telur dengan ringan menggunakan mixer sampai berbusa ( sengaja ngocoknya cuma bentar biar gak terlalu encer, sekitar 1 menit aja, high speed ). Masukkan kocokan butter+gula kedalam kocokan telur, kocok sebentar hanya hingga rata. Tambahkan larutan kopi, kocok hingga rata. Masukkan tepung, coklat bubuk dan susu, aduk rata. Lalu tuang coklat cair, dan aduk kembali hinga benar benar rata. Tuang pada loyang 20x20x4 cm ( aku pake loyang 22x22x4 jadi agak rendah ), panggang dalam oven suhu 160-165 degC selama 35-45 menit atau hingga matang.

Sedikit cerita saat pengovenan. Brownies aku panggang dalam oven suhu 165 C selama 40 menit. Saat waktunya habis, aku coba tusuk pake tusuk gigi dan ternyata bagian tengah masih basah. Akhirnya suhu aku naikkan menjadi 185 C dan kuteruskan memanggang selama 15 menit. 5 menit pertama permukaan tiba tiba naik dan mengelembung, permukaan juga retak retak. Sesudah matang, aku cek ternyata tepat pada bagian tengah tektur benar2 padat seperti fudge. Tapi sekelilingnya pas, baik tekstur dan rasanya. Jadi aku menyimpulkan bahwa, suhu yang sesuai tidak selalu sama pada oven yang berbeda. Dan bagian tengah yang memadat, mungkin diakibatkan pemanasan kurang saat awal pemanggangan. Jadi kenali benar ovenmu.


Linda Collister's Espresso Brownies

Akhirnya aku cuma bisa bilang, this is trully a sinful food thingy but this is exactly what I need for a weight gaining *LOL*

I also sent the last picture for Click Event this month : Stacks as my entry.


Saturday, May 30, 2009

KBB #11 : Ontbijtkoek

Tanpa terasa, KBB sudah memasuki putaran ke sebelas. Tantangan ke tiga ditahun ketiga. Dan tantangan ke delapan buat aku. Wow. Sudah genap setahun aku gabung di KBB.

Bulan ini, tantangannya begitu mudah. Selain resepnya yang simpel, pembuatannya juga sangat mudah dan cepat. Aku doyaaan banget ama kueh ini. Meski begitu, tetep aja ngerjainnya mepets deadline. Hehe, sudah tradisi kayaknya.

Tak perlu berlama lama ya, berikut ini laporanku.

KBB Challenge # 11 : Ontbijtkoek
KBB #11 : Ontbijtkoek
Onbitjkoek
Sumber: Kue-Kue Indonesia. Yasa Boga-PT Gramedia Jakarta. 2007.

125g gula palem/gula merah
5 kuning telur
3 putih telur
campur rata 125g tepung terigu, 1 sdt peres kayumanis bubuk, ½ sdt pala bubuk, ¼ sdt cengkih bubuk
50g kenari, iris tipis untuk taburan

KBB #11 : Ontbijtkoek

Kocok kuning telur dan putih telur, gula palem sampai kental dan naik. Masukkan campuran tepung ke dalam kocokan telur, aduk rata. Tuang ke dalam loyang roti (loaf) yang sudah dialas dengan lapisan kertas yang sudah diolesi mentega dan ditaburi tepung. Panggang kurang lebih 20 menit (setengah matang). Taburi irisan kenari. Panggang terus sampai matang, angkat. Potong menurut selera.

Semua proses aku ikuti sesuai resep. Karena memang tidak ada yang perlu di modifikasi lagi. Aku buat setengah resep, dan hasilnya lumayan banyak lo. Dapet satu loyang loaf oval. Cukup lah untuk aku sekeluarga. Kalo bikin satu resep takut kalo gak habis.

KBB #11 : Ontbijtkoek

Saatnya mencicipi. Dari segi rasa, rempahnya tajem banget tapi aku suka. Bener bener suka. Dari segi tekstur, agak sedikit lebih seret dari Ontbijtkoek yang biasa aku buat . Hal ini tentu karena pada resep ini tidak menggunakan lemak ( mentega/ margarin ). Tapi masih enak untuk dinikmati bersama secangkir teh hangat. Hmmm.... nyaman sekali.

KBB #11 : Ontbijtkoek

Yeaaah, I'm done !!!


Friday, February 6, 2009

A Cupcake Fever

Gak tahu nih kok pengen banget bikin cupcake. Dibilang latah juga mah biarin, hihi... Ternyata sodara sodara, bikin cupcake tu menyenangkaaaan....

Ini cupcake yang aku buat untuk promosi jualanku. Ohya, Mae sekarang jadi bakul kueh looo... *gubraks* tapi masih ngemper alias baru buka tiker dipinggir jalan *sambil ngimpi punya toko kueh*

Trus ini ngapain dipajang disini ? Mo promosi maksudnya ? Hehehe...

My Project : Cupcake Bouquet

Cupcake Bouquet. 1 pot isinya 7 buah cupcake. Cocok nih buat yang bosen ngasih bunga buat pacarnya. Sekali kali ngasih bunga yang bisa dimakan. Hehe...

My Project : Cupcake Tier

Yang ini cupcake ( mini ) tier, dengan disposable cake stand. Jadi satu paket udah sama tiernya, yang bisa dibawa pulang sama yang beli. ( Bunganya gak termasuk ya... )

Ehem ehem, sebenarnya toko kuenya emang mo buka bentar lagi... hehe tunggu aja ya tanggal mainnya.

Tuesday, December 9, 2008

Basic Buttercream Cake Decorating Course

I've been longing so long for this day, when I, finally, got my very first cake decorating course.

Kemarin, bersamaan dengan Hari Raya Idul Adha, disaat umat muslim sedang bersukacita membagi bagikan kurban, aku mendapat kesempatan mewujudkan salah satu dari daftar wish list ku selama ini. Kursus Dekorasi Cake Tingkat Dasar. Akhirnya, aku coret juga dari daftar.

Kelas privat yang bertempat di dapur rumahku, diajarkan oleh Mbak Monica yang baik dan sabar. Kelas diawali dengan pengenalan bentuk bentuk dekorasi butter cream, setelah dicontohkan satu demi satu, aku kemudian mempraktekannya. Meski awalnya tampak mudah, ternyata menyemprotkan butter cream dengan berbagai variasinya ternyata tidaklah mudah. Selain belum terbiasa memegang kantong spuit, aku juga belum terbiasa membuat bentuk bentuk dari semprotan tersebut. Mbak Monica dengan sabar menuntun dan membimbing tiap kali aku melakukan kesalahan. Yang paling berkesan, adalah saat dimana aku belajar membuat mawar dari buttercream. Ini adalah bagian paling sulit. Tapi paling menyenangkan.

Setelah selesai mempraktekan beberapa teori dasar dekorasi, aku pun mulai beralih ke bidang latihan berupa kerucut tumpul dari gabus yang tidak lain adalah dummy cake berbentuk gaun boneka. Dalam bayanganku, dummy tersebut akan kuhias dengan penuh renda. Nyatanya, membuat renda bertumpuk amat sangat sulit. Terutama menstabilkan lekukan dan lipatan renda. Karena belum stabil, renda yang kubentuk tidak bisa lurus, sebagian masih bolong bolong, dan beberapa masih tebal tipis lekukannya. Jadi dipertengahan, aku memutuskan untuk menyelesaikan bidang yang tersisa dengan semprotan bintang kecil. Yang ini aja, sudah cukup membuat tanganku tegang dan pegal.


mae-barbie2

Barbie cake sudah selesai. Makan siang juga sudah selesai kami nikmati bersama. Akhirnya sampai kepuncak pertemuan kami kali ini, dimana aku harus mendekor sebuah cake sungguhan dengan buttercream sungguhan pula. Sebuah lapis surabaya bundar berukuran 20 cm yang dibawa mbak Mon, menjadi bidang latihanku kali ini. Tiba tiba aku disergap perasaan gugup dan panik. Gimana kalo salah ? Gimana kalo jelek ? Gimana kalo gak rapi ? Trus modelnya gimana ?

Karena bingung menentukan model, aku mencari ide model dari buku cake yang kumiliki. Aku memutuskan untuk membuat cake yang simpel, dengan warna warna yang simpel, dan dekorasi yang simpel pula. Hampir sejam berlalu ( mungkin lebih ) dan aku berhasil menyelesaikan cake tersebut, meski melalui beberapa kecelakaan. Aku menghembuskan nafas panjang, seakan akan beberapa menit sebelumnya aku tak bernafas karena tegang. Meski baru pertama, dan meski belum sempurna, tapi aku merasakan semangat dan kesenangan luar biasa melakukan aktivitas ini.


mae-cake3

Masih banyak latihan yang harus kutempuh untuk mencapai kesempurnaan. Setelah mahir menguasai buttercream, kursus dekorasi cake dengan fondant sudah aku tambahkan dalam daftar keinginanku. Menanti untuk segera diwujudkan.

Other photos, click here.

Monday, November 10, 2008

Fermented Cassava Cup Cake ( Steamed )

Diicip, dirasa, jatuh cinta, lalu dicoba. Begitulah kesan pertamaku waktu mencicipi sepotong Cake Kukus Tape saat mengikuti demo masak bersama bu Sisca Soewitomo beberapa hari lalu. Dasarnya sih sudah suka sama gula merah dan tape. Bertemu jadi satu, sudah pasti cocok sama seleraku. Akhirnya, resep ini masuk dapurku dan kuuji coba.

Fermented Cassava Cup Cake

Cake Kukus Tape Gula Merah
Resep : Sisca Soewitomo dalam Demo Masak Persembahan Nova - Tupperware

Fermented Cassava CakeBahan :
125 gr gula pasir
125 gr gula merah, serut ( pake gula palem juga oke,.. mae )
150 ml air
200 gr tepung terigu
1 butir telur
100 ml minyak goreng
100 gr tape singkong, haluskan
1 sdt baking powder
1 sdt soda kue




Cara Membuat :
1. Campur gula merah dan gula pasir lalu didihkan bersama air hingga gula larut. Saring dan dinginkan.
2. Siapkan cetakan bolu kukus dan alasi dengan paper cup, sisihkan. Siapkan panci pengukus untuk mengukus.
3. Masukkan larutan gula yang telah dingin kedalam tepung terigu, aduk rata. Masukkan secara bertahap, telur, minyak, tape, baking powder dan soda kue dengan selalu diaduk tiap kali memasukkan satu jenis bahan, aduk hingga benar benar rata. Diamkan adonan selama 15 menit, sementara itu panaskan panci pengukus.
4. Sendokkan adonan kedalam cetakan ( bila punya ice cream scoop bisa dipakai untuk memudahkan,.. mae ) lalu kukus selama kurang lebih 20 menit. Sajikan.

Fermented Cassava Cake

Soal rasa, cake ini mempunyai rasa yang sangat familiar di lidah kita orang Indonesia. Coba bayangkan saja kue Mangkok, rasanya hampir sama.

Oya, adonan memang sedikit berat dan sangat kental, tapi hasilnya setelah matang bisa mekar dan teksturnya empuk. Saat demo, bu Sisca juga sempat menyampaikan bahwa komposisi tape bisa juga diganti dengan labu kuning atau ubi yang telah matang dan dihaluskan. Bila ingin mengganti tape dengan bahan lain, jumlah tepung ditambahkan menjadi 250 gram.

Kapan lagi aku pengen nyoba gimana kalo pake gula merah semua, dan komposisi air diganti dengan santan, eneg ga ya ? Soalnya santan, gula merah dan tape, aku suka semuanya !

Saturday, October 11, 2008

Cake Tape Tabur Keju

Liburan benar benar usai. Saatnya harus kembali kekesibukan sebelumnya. Suamiku dengan pekerjaannya. Anakku dengan sekolah dan permainannya. Dan aku ? Kembali menjadi ibu rumah tangga dengan segudang aktifitas. Mulai fajar hingga larut. Yang bangun lebih dulu dari yang lain dan tidur paling terlambat dari yang lain. Yang kembali menjadi babu, guru, supir, tukang delivery service, koki, cleaning service, laundry service, ojek, blogger, editor, potograper *gadungan *, photoshoper, en so on, en so on...

Tapi hawa liburan benar benar masih melekat didiriku. Aura malas masih melekat ditubuhku. Kedapur, malas. Masak, malas. Nyetrika, malas. Bersih - bersih, enggak dong. Yang ini wajib hukumnya. Meski masih banyak sudut sudut dirumah yang terlewat dari sapu, kain pel dan kemoceng.

Aktivitas baking pertamaku setelah liburan adalah Cake Tape ( resep ). How I luv this cake ! Seminggu sebelum lebaran, kakakku membawakan satu besek tape singkong. Belum sempat diolah sudah kutinggal mudik. Tapi karena takut rusak selama kutinggal pergi, tapenya aku simpan difreezer. Saat pulang mudik, aku lihat tapeku masih dalam kondisi baik seperti waktu kutinggalkan *thanks to freezer*

Cake Tape Keju

Lalu beberapa hari yang lalu, aku bertemu dengan sahabat dekat suamiku semasa SMA dulu. Beliau mengajakku janjian untuk jalan jalan bareng ke salah satu plaza andalan di Surabaya ( makasih ya mbak Dewi ). Dengan senang hati aku menerima ajakan tersebut. Lalu untuk menghargai ajakan tersebut, aku membuatkannya cake tape yang akan kubawa saat bertemu lagi nanti. Namun sayang, pada hari yang telah ditentukan, mendadak beliau ada keperluan yang tidak bisa ditunda. Jadi kami urung pergi bersama. Cake tapenya juga urung dikasi. Gak papalah, mungkin belum jodoh buat jalan bareng ( next time ya mbak ! ) karena beliau segera terbang ke Jakarta hari minggu besok. See you again... Cake tapenya, aku kasih secara virtual aja ya :)

Cake Tape Keju

Monday, September 22, 2008

KBB #7 : Ultah KBB Warna Warni ( Baking Entry ) - Double Chocolate Mousse Cake



Akhirnya, selesai juga peer utamaku bulan ini. Inilah challenge of the month, KBB #7 : Ultah KBB Warna Warni. Putaran ini, tidak ada resep tertentu yang harus dipraktekan, melainkan semua anggota bebas menentukan apa yang mau dibuat. Mudah bukan ? Oh, tentu tidak karena tetep aja bingung mau bikin apa. Selain itu, putaran kali ini sedikit berbeda karena tantangannya juga dilombakan. Ini untuk memeriahkan ultah KBB yang pertama. Ada lomba cooking, baking, and food photography-ing. So, I decided to put my entries to baking and food photography contest.

Ditengah kebingunganku *karena ingin membuat sesuatu yang spesial* aku teringat sebuah resep yang sudah sejak lama ingin kupraktekan. Resep itu adalah Chocolate Mousse Cake, tantangan KBB #2, dimana saat itu aku belum menjadi anggotanya. Dengan alasan ingin ikut mengamalkan salah satu resep tantangan KBB, akhirnya kuputuskan untuk membuat resep ini.

Namun dipertengahan, aku mengalami kebimbangan lagi - tepatnya tergoda - setelah melihat Chocolate Coffee Mousse Cake milik mbak Ine yang dipraktekan mbak Arfi. Yang membuat siapa saja yang melihatnya pasti akan meneteskan air liur dan tidak bisa berkata kata ( ini adalah pengalaman orang orang yang sudah mencobanya, oh really ? )

Jadi mana yang harus kucoba ?

Kuputuskan, dua duanya !

Sebenarnya bukan keduanya, tapi aku menggabungkan keduanya dalam satu resep. Cake coklat pake resep mbak Ine, dan mousse coklatnya pake punya KBB. Sebenernya pengen nyoba punya mbak Ine semua, tapi agak sedikit ragu ragu dengan penggunaan gelatin, meski pun bisa disubtitusi dengan jelly. Jadilah ini kusebut Double Chocolate Mousse Cake, yang kupersembahkan khusus untuk ultah KBB yang pertama.

Double Chocolate Mousse Cake

Double Chocolate Mousse Cake
Source : Gabungan antara resep mbak Ine dan arsip KBB #2

Bahasa version :

Chocolate sponge cake:
Versi mbak Ine

5 Kuning telur
2 putih telur
40 gr gula
30 gr terigu
10 gr maizena
15 gr coklat bubuk
65 gr margarine
1/4 sdt baking powder

loyang 20X20X4 cm

Kocok gula dan telur hingga mengembang dan mengental. Campur jadi satu, tepung terigu, maizena, coklat bubuk dan baking powder, ayak. Masukkan campuran tepung sedikit demi sedikit sambil di aduk dengan spatula. Masukkan margarine yang sudah di cairkan, aduk rata. Tuang dalam loyang ukuran 20X20X4 cm yang sudah di alasi kertas roti, panggang dalam suhu 200 derajat selama 15 menit. Belah cake menjadi dua, sisihkan.

Mousse :
Versi KBB

250g dark cooking chocolate,
6 kuning telur,
250g mentega suhu ruang,
6 putih telur ( bisa diganti 250 gr thickened cream, kocok kaku )
*aku tambahin sedikit esens kopi mocca,... mae*


Tim coklat hingga leleh. Kocok kuning telur lalu campurkan dengan coklat, aduk rata. Tambahkan mentega sambil dikocok. Kocok putih telur hingga kaku. Masukkan adonan putih telur ke dalam adonan coklat. Tuang adonan ini ke atas cake. Tutup dan dinginkan selama 4 jam atau semalaman.

(Jika menggunakan thickened cream, pakai 250g lalu kocok dan campurkan ke dalam adonan coklat).

English Version :

Chocolate sponge cake :

5 egg yolks
2 egg whites
40 gr sugar
30 gr plain flour
10 gr corn flour
15 gr cocoa powder
65 gr margarine, melted
1/4 tsp baking powder

20X20X4 cm square cake tin

Beat the eggs and sugar until fluffy and thick. Sift together flour, cornflour, milk powder, cocoa powder and baking powder. Fold into the eggs mixture. Add in the melted margarine, mix gently. Pour into the prepared cake tin and bake on a preheated oven 200C for 15 minutes. Split the cake and set aside.

Chocolate Mousse:

250g cooking chocolate,
6 egg yolks,
250g soft butter,
6 egg whites
*I added few drops of coffe mocca flavouring essence,...mae*

Melt the chocolate over hot water. Beat the egg yolks and blend with the chocolate to mix well.
Beat in the softened butter. Beat the eggwhites stiff to the stiff peak stage.
Fold the stiffly beaten eggwhites into the chocolate mixture. Pour the chocolate mixture over thecake. Cover and refrigerate for 4 hours or overnight.

Waktu bikin sponge cakenya sih ga ada masalah. Begitu bikin mousse-nya baru deh bingung. Belum pernah bikin en ini baru pertama kalinya. Bisa dilihat kan texturnya kasar sekali. Mousse mulai bergerindil saat campuran coklat leleh dituang kedalam putih telur. Putih telurnya pecah pecah. Apa mungkin karena terlalu kaku dikocok. Aku cuma ikutin resep yang disebutkan bahwa puith telur dikocok hingga kaku.

Tapi rasanya, huenaaak ~~~~~~ Sponge cakenya lembyuut banget. Moussenya legit en nyoklat banget. Cuma sayang ga tahan udara panas. Jadi harus bolak balik masuk kulkas waktu mo difoto.

Double Chocolate Mousse Cake

Mousse-nya berasa es krim kalo masih dingin. Kalau gak di KBB, ga kebayang deh bakal nyoba bikin yang kayak ginian... Tapi penampakan sungguh jauh dari sempurna, belepotan.

Hmmm... tinggal ngurusin lomba foto... *huaaaaa*

Happy Birthday My Dearest KBB ! It's party tiiimeee... !

Saturday, August 23, 2008

Chocolate Cotton Cake

Semingguan ini, sembari menunggu tantangan rutin berikutnya, aku dan dua orang teman KBB ku, mbak Rachma dan mbak Vin sepakat untuk menguji coba sebuah resep cotton cake. Resep ini sendiri kami dapat dari demo baking Tulip yang beberapa waktu lalu sempet aku dan mbak Rachma hadiri bersama sama. Setelah cukup berdiskusi, kami memutuskan untuk membuat resep ini dan membagikan hasilnya diblog masing masing sebelum tanggal 25 bulan ini.

Teman, ini hasil uji coba dapurku. Enjoy !

Choco Cotton Cake

Chocolate Cotton Cake

Original recipe by : Tulip Baking Demo. ( Resep ini sudah di divided 1:3 dari resep aslinya
)

60 gr margarine / butter ( aku mencampurkan kedua dengan perbandingan 1:1,..mae )
50 gr tepung terigu protein rendah
15 gr coklat bubuk pekat ( aku pake coklat bubuk biasa,..mae )
73 - 75 gr susu cair
5 btr kuning telur
120 gr gula pasir
5 butir putih telur
3 gr cream of tar tar, optional
( aku juga menambahkan pasta moka dan rhum bakar sebagai penambah aroma. Bagi yang tidak suka aroma Rhum boleh digantikan dengan pasta vanilla,..mae )

Ganache :
50 gr dark cooking chocolate, cincang
1 sdt margarin
25 ml susu cair

Panaskan oven dengan suhu atas 170degC. Siapkan loyang kotak ( bulat juga boleh ) berukuran 22 x 22 x 4 ( ideal ) atau 24 x 24 x 3 ( lebih rendah hasilnya ) atau 20 x 20 x 5 ( lebih tinggi ). Kebetulan aku cuma punya yang ukuran 20 x 20 x 5, jadi pake yang itu. Alasi dasar loyang ( dasarnya saja ) dengan kertas roti tanpa dioles margarin sama sekali baik loyang maupun kertasnya. Sisihkan.

Didihkan margarine, matikan api lalu masukkan tepung terigu dan coklat bubuk. Aduk hingga rata, sisihkan.

Hangatkan susu lalu tuang kedalam kuning telur, aduk rata lalu masukkan kedalam adonan margarin dan tepung tadi ( adonan pertama ). Aduk keduanya hingga rata, sisihkan.

Photobucket

Photobucket

Kocok gula, putih telur dan cream of tar tar hingga mengembang sampai mencapai soft peak ( adonan membentuk sudut sudut tumpul saat diangkat dengan spatula ). Campurkan adonan ini dengan adonan pertama tadi dengan teknik 'dipancing' Artinya masukkan sedikit adonan putih kedalam adonan pertama, aduk rata terlebih dahulu lalu masukkan adonan pertama ini kedalam adonan putih telur. Aduk kembali hingga rata.

Photobucket

Photobucket

Tuang dalam loyang. Panggang dalam oven yang telah dipanaskan tadi selama kurang lebih 25 menit atau hingga cake matang. ( Aku kemaren ngovennya 35 menit dengan suhu 170 C di 20 menit pertama dan diturunkan 160 C di15 menit terakhir. Bila menggunakan oven biasa, tidak perlu terpaku pada oven yang digunakan diresep. Cukup letakkan cake dirak paling atas pada 15 menit pertama lalu pindahkan cake pada rak paling bawah pada 10 menit berikutnya. Ingat, selalu kenali oven masing masing. Lama pemanggangan bervariasi tergantung pada oven yang digunakan ).

Photobucket

Photobucket

Setelah matang dan didinginkan ( bisa juga dibiarkan dulu dalam oven selama beberapa menit setelah api dimatikan ), oles permukaan salah satu cake dengan coklat ganache. Ratakan, lalu tumpuk dengan cake yang satunya. Oles permukaan cake dengan coklat coating. Atau bila hanya membuat satu lapisan saja, langsung siram permukaannya dengan ganache atau coating. Biarkan coklat dingin dan mengeras, potong potong dan hias sesuai selera.

Sebelumnya aku berencana untuk membuat Vanilla Cotton cake yang nantinya akan kupoles dengan selai jeruk yang segar. Mirip dengan JCC. Tapi mendengar pengalaman mbak Rachma yang sudah terlebih dahulu membuat, aku jadi urung. Soalnya menurut mbak Rachma cotton cake polos tanpa coklat, bau telurnya kecium banget. Gitu ya...

Ditambah lagi saat mbak Rachma mengantarkan hasil uji coba CCC-nya yang kedua kerumah, aku kalap. Tiga iris CCC beroles ganache, bertabur kacang dan coklat putih yang dibawa mbak Rachma hari itu serasa tidak cukup aku nikmati. Jadi aku memutuskan untuk segera mempraktekannya sendiri. Hasilnya empuuuuk, menul menul, nyes nyes tapi cukup kokoh ( tidak sampai kempes ) cuma satu yang kurang puas, cakenya ketinggian. Tapi soal finishing dan penampakan, kalah jauh sama punya mbak Rahma en mbak Vin. Tapi puas banget ah !

Messy Cotton Cake

Aku rasa aku akan bikin ini lagi buat suguhan lebaran kalo mudik nanti. Mungkin dengan hiasan dan variasi yang lebih dari sekarang. Yang pengen coba, silahkan....

Semoga bermanfaat !

Sunday, August 17, 2008

Red & White : ( Batik ) Steamed Cup Cakes


It's August right now. And all of Indonesian are celebrating our National Independence Day. At August 17th about 63 years ago, our freedom has been declared. And today, with the spirit of freedom, all people of the country fill this month with lot of celebrating events. To express our happiness of being free.

And in the spirit of celebrating it, some of our friends Dhi, Fitri and Dwi had colaborate to make a food photography contest as a tribute to our beloved country, Indonesia. It Red & White Foodie Photography Events.

I was so exited at the first time I heard about it. So, with the spirit of our Independence Day, I sent this entry as my proud of being an Indonesian.

*****

Demikian pembukaan dari saya, karena bila diperpanjang lagi entah jadi apa otak saya. Karena menulis segitu paragrap aja dalam bahasa Inggris sudah cukup membuat otak saya keriting. Ditambah lagi tangan saya yang sudah agak pegal membuka tutup kamus yang sedari tadi menemani saya selama kurang lebih dua jam, hanya untuk menyusun sembilan baris kalimat saja ! *heu heu heu*

Tapi itulah bentuk kemerdekaan menurut saya. Bebas berekspresi. Bebas berkreasi. Dan yang terpenting bebas mempelajari hal hal baru dikehidupan kita. Menulis, memasak, memotret, dan berkemampuan untuk berbahasa Inggris ( agar dapat dimengerti orang lain dari penjuru dunia ) adalah hal hal yang sedang saya pelajari saat ini. Jadi harap dimaklumi bila banyak kekurangan atau kekeliruan dalam perjalanan saya dalam belajar.
*loh, ga nyambung banget ya tulisannya*

:D :D :D :D :D

Baiklah, stelah pergulatan yang panjang dalam menentukan apa yang akan aku kirim, akhirnya inilah yang aku pilih. Sebenarnya banyaaaak sekali yang menjadi pilihan. Saking banyaknya sampai bingung sendiri. Justru pada akhirnya apa yang aku buat sama sekali tidak ada dalam daftar pilihan .

Aku persembahkan Bolu Kukus Merah Putih untuk Indonesia tercintaku. Ha ? Hanya bolu kukus ?

Steamed Cup Cake ( Edited )

Red & White Steamed Cup Cake
( untuk resep dalam bahasa Indonesia, bisa dilihat disini )

Ingredients :

250 grms all purposed fluor
250 grms sugar
3 eggs
150 ml lemon flavour bicarbonated drinks, I used Sprite....,mae
1 tsp cake emulsifier, I used SP...,mae
1 tsp vanilla extract / vanilla crystals

Strawberry paste for flavouring. Or other flavours as you wish,..mae

Methods :

Combine all ingredients ( exclude the paste ) in a bowl and using electric mixer, beat them together until smooth and fluffy ( took about 10 minutes ). Divide the batter into 2 equal amount. Add about 1 tsp strawberry paste into the first batter, and keep it plain to the other one. Then spoon ( or pipe ) the plain batter followed with strawberry batter to the baking cups lined with paper cup. You can also swirl the batter together into the cup if you wish to.

Steam the cup cakes about 10 minutes until it raised and broke the top of the cake.

Sebenernya bolu kukusnya mo dibikin motif batik. Tapi ga tau apa penampakan sudah cukup untuk disebut 'batik'.

Steamed Cup Cake

Dirgahayu Indonesiaku. Berkibarlah benderaku. Merdeka ! Merdeka !

*makasih banyak buat mbak Dhi, Fitri en Dwi dalam menyelenggarakan event ini. Semoga sukses ya... biar taon depan bisa buat lagi acara kyak gini :)*

Monday, July 28, 2008

A Birthday Opera Cake

Akhirnya mutusin untuk bikin Opera Cake buat milad Tasya yang keempat.

Pertimbangannya yang utama karena aku ga punya cukup waktu untuk membuat cake besar berdekor butter cream warna warni. Yang kedua karena kebanyakan orang rumah dan keluarga, yang nantinya makan cake ini, tidak begitu suka cake berhias butter cream yang berlebihan sebagai hiasannya. Yang ketiga, pestanya dirayakan sederhana yang artinya gak banyak pesertanya ( lomba kali ) jadi gak perlu bikin cake yang besar untuk dihabiskan. Yang keempat karena cake ini tidak memerlukan banyak dekorasi, it's so simple. Dan yang kelima, sebenarnya yang utama, adalah cake ini berlimpah coklat. Sapa sih yang nolak coklat ? Alasan yang terakhir ini aku yakin semua setuju :)

Opera Cake

Ini bukan pertama kalinya bikin Opera Cake. Pertama kali aku bikin cake ini untuk ultah mama tahun lalu. Resepnya pake punya mbak Monica of Creative Cake yang tersohor ntu ( big thanx for mbak Mon ). Resepnya sudah aku salin juga disini.

Opera Cake

Cake ini aku bikin pake setengah resep. Hasil jadinya seukuran 15 x 20 cm. Cukup besar bagi kami sekeluarga untuk dihabiskan. Itupun gak yakin bisa dihabiskan dalam satu hari. Pengen diramein dikit dekornya dari yang pertama kali bikin. Jadi aku kasih border BC coklat disekeliling bawahnya, dan mawar BC yang aku pelajari cara bikinnya secara otodidak hasil nyolong video dekor cake di Youtube. Finally i made it !!! That fancy look butter cream rose !!!

Thursday, June 19, 2008

Suguhan Arisan #3 : Ontbijtkoek / Cake Aroma Rempah

Sebelumnya gak ada rencana sama sekali mo bikin ini untuk suguhan arisan. Gara gara makaroni skutelnya lebih seloyang dan mau aku manfaatin buat suguhan meja. Aku harus mikir lagi bikin apa buat ngimbangin si makaroni nya. Kan biar genep, asin satu manis satu.

Tapi waktu bener bener mepet surepet banget. Sabtu malem dan udah ga ada waktu buat belanja bahan lagi. Jadi aku cuma mikir harus bikin sesuatu yang semua bahannya sudah ada dirumah. Tepung, gula, telur, mentega. Semua bahan untuk bikin cake ada. Tapi cake apa ???

Jadi malem itu aku bongkar lemari bukuku dan ngeluarin semua buku resep cake. Pengennya bikin Blueberry Crumb Cake, atau Cake Tape. Tapi bahannya gak cukuuuup... *desperate* Dan aku nemukan resep Ontbijtkoek ini. Yup ! bikin ini ajah ! Tapi malem itu aku udah cukup teler untuk maju berperang. Jadi acara tempurnya ditunda besok pagi aja...

So, pada minggu subuh dapurku sudah mulai klontengan. Jam 7 pas cake nya udah jadi. Dan aku pergi arisan keluarga dengan hati tenang...




Ontbijtkoek / Cake Aroma Rempah
Resep : SBB - Kliping Tabloid

Bahan :
8 butir kuning telur
4 butir putih telur
150 gr tepung terigu
100 gr gula merah serut halus *aku pake gula palem,..mae*
50 gr gula pasir
1 sdt cake emulsifier *aku pake SP,..mae*
150 gr mentega / margarin, lelehkan *aku pake mentega,..mae*
1 sdt bumbu spikuk ( kayu manis/ cinnamon bubuk en pala bubuk )
*aku tambahin sedikit vanillie crystal,..mae*

Cara membuat :
Panaskan oven.
Kocok telur, gula dan emulsifier sampe ngembang dan pucat. Tambahkan tepung, bumbu spikuk dan vanilli, aduk rata perlahan. Masukkan mentega leleh, aduk kembali hingga tercampur rata dan tidak ada endapan mentega. Tuang dalam loyang atau cetakan ( pake cup jg lucu loh ) panggang dengan suhu kurleb 180 C selama 15 - 20 menit atau hingga matang kecoklatan.

Jadi karena bahan serba ngepress, sempet bingung waktu mo nyajiin kepiring. Sepiii.... gak ada dekornya sama sekali. Yang tersisa hanyalah donat dusting *melas* yah... apa buleh buat, ditaburin aja deh, lumayan lah penampakannya....

Wednesday, April 2, 2008

( Cup ) Cake Tape

cupcake tape

Cupcake ini aku buat awal maret kemaren, tapi baru sempet posting sekarang kbetulan lagi ada tape singkong dirumah jadi mikir mo diapain ya ? Teringat resep cake tape dari tanteku yang nikmat banget. Lagian gampaang banget bikinnya. Bikin deeeh...

tape singkong


Cup Cake Tape
Resep : Tante Tatik ( My Auntie )

6 butir kuning telur
2 butir putih telur
100 gr gula pasir
75 gr butter / margarin, ato kombinasi keduanya, kocok lembut
125 gr tape singkong, buang uratnya, haluskan lalu campur dgn-
1 sdm susu kental manis ( bs diganti susu bubuk 1 sdm,..mae )
100 gr tepung terigu
1/2 sdt vanilli bubuk / vanilla extract
1/4 sdt TBM / ovalet ( emulsifier )
1/4 sdt VX / baking powder
50 gr kenari cincang untuk taburan bila suka ( aku lebih suka ditabur keju,..mae )

Cara Membuat :

- panaskan oven suhu 180 degC
- kocok telur , gula, emulsifier sampe lembut, setengah mengembang
- sambil terus dikocok, tambahkan tape singkong, tepung terigu sedikit sedikit, sekalian dengan VX / baking powder-nya, kocok terus sampe ngembang, dan kental ( 10 menit dari awal cukuplah )
- tuang kedalam loyang, ato loyang cup yg dialasi papercup. Taburi kenari / almond / keju parut sesuai selera. Panggang selama 20 menit ( untuk loyang cake ) ato 10 menit ( untuk cupcake ) ato hingga kue matang.

Sayang karena keterbatasan bahan ( alasan klasik ) en diiuber - uber waktu kerja, tu cupcake gak sempet ditopping ato dihias. Polosan aja udah enak kok. Lebih enak klo udah nginep sehari, lebih legit rasanya.

Ini waktu baru mateng, aku lebih suka mengkategorikan ini sbage ( sponge ) cake, bukan prol seperti kebanyakan olahan tape. Cake ini sangat ringan en teksturnya ya kyak sponge cake. Kalo tapenya banyak mungkin hasilnya jadi padet en bisa disebut prol. But I love this more than Prol...!
Papa yang biasanya ga bgitu suka cake, sama yang ini mau waktu aku bawain buat bekal. Minta dibawain yang banyak malah. Senangnyaaaaa..... kalo papa suka kue buatanku :) :) :) luv u Pa !

Recent Post on Mae's Little Kitchen

My photo
Mom of a lil' girl who still longing for her passion. Obsessed to know more, learn more, take more and give more... Here, on her lil' kitchen.
Unless mentioned, described, or linked, all works and photographs are created by May Irianti. Copyright 2007 - 2008. You may copy only the recipes but please do make a link to this blog. DO NOT COPY . Please ask first !

Followers