Katakunci

1 Ramadan 30 hari 2011 (29) 15 Malaysia (3) 1entry=1hari =1Malaysia (32) 1st class facilities 3rd class mentality (3) Abstract (6) Academics (43) Adab (1) Akademik (44) Aktiviti KRENMAUT (2) Anak-anak (31) Anekdot Dialog (21) Anniversary (7) Anthrax (5) Artikel (37) Artikel Agama (50) Audio (1) Baju Iron Maiden (1) Bathory (6) BBQ (3) Beli rumah (1) Berita (11) Black Metal di Malaysia (3) Boikot (5) Boxset (1) Buku (30) Carcass (6) CD untuk dijual (1) Celtic Frost (4) Cited (2) Coffee break (6) cuti-cuti Malaysia (9) D.R.I. (2) Dakwah dan Tabligh (52) Dari Myspace (4) Died (3) Diet (2) Dio (1) Diskografi (4) Diskusi (1) Doctor In The House (2) Dream Theater (30) dyslexia (1) Eid (11) Eksperimentasi Nikon D60 (2) Euphonious (1) Exodus (3) Fake (1) family (18) Fikir random mingguan (11) Filem (42) First 10 Years CD singles (3) Foto rawak (1) Freemason (6) FYP (1) Gear Acquisition Syndrome (18) Gig (51) Gitar (9) Giveaway (2) Heavy Scotland (1) helloween (2) HELLOWEEN CD Singles collection (1) Heriot-Watt University Malaysia (2) Hidup di Adelaide (129) Hidup di Bethlehem (54) High Voltage (5) HWUM (1) I LIKE THIS (1) IPOH (1) Ipoh's Metal Militants (28) Iron Maiden (78) IRON MAIDEN Live New Zealand 2009 (8) Iron Maiden Singapore (7) Iron Maiden singles collection (1) Istilah Agama (1) Istilah seputar CD (4) Jalan-jalan cari makan (8) Jalan-jalan Metal (12) Karisma (16) Kata-kata hikmah (1) Kembali ke Malaysia (5) King Diamond (1) KLASSIKKK (25) Komentari Metal (87) Krenmaut fanzine (3) Kura-kura (1) La Tahdzan (5) Langsuyr (14) Langsuyr rekoding (9) Listening Booth (1) Lords of the Land 2017 (2) Majalah (6) Malaysia tanahairku (8) Malaysiana (68) Manowar (11) Megadeth (29) Megadeth singles collection (1) Melancong ke New York (10) Membebel (161) Metal blogger (1) Metal Commentary (1) Metallica (18) Minuman (6) Mohd Tajul Azhar aka Berat (1) Morbid Angel (1) Mount Bromo (5) mrsm (2) My Scientific Articles (1) My Selangor Story (6) Nak menang Battle of The Bands? (2) Nasyid Metal (5) New Arrival (41) Niagara Falls (10) No Smoking (1) November Record Day (11) Obscure Metal (5) Pengalaman hidup (3) Penjara Al Capone (2) Petua (5) PhD (10) Pink Floyd (1) Pirate (1) Poligami (4) Politik Ramadan (12) Projek besar akhir tahun (2) Promosi (70) Prototype (1) Ramadan (15) Record Store Day (5) Recording (4) Rehabilitation of reinforced concrete structures (5) Review (52) Ross The Boss live (1) Scorpions (10) SEARCH Discography (1) Sembang-sembang (2) Siri Introduksi Kepada (6) Slash di Kuala Lumpur (3) Slayer (16) South Korea Trip (11) Space Gambus Experiment (13) Special Event (7) Stompbox (3) Sunnah (2) Surabaya (8) Swedish Death Metal (1) Syawal (5) taklim (1) Teater (4) Temuramah (23) Terjah blog (5) The 70s rocks! (1) The ABC's of Punk (27) The Beatles (3) The End (1) Tradelist (2) Trip Adelaide-Canberra (8) tro-njo-i (4) Ulasan (421) Uli Jon Roth (4) Untuk dijual (1) US visit Nov-Dec 2012 (14) USA trip 18-27 August 2013 (3) USA trip 27 April - 4 May 2014 (12) Usaha Agama Tempatan (7) UTP (69) Vancouver Trip August 2014 (1) Vinyl (11) Vinyl Passion (6) Viva Voce (1) Voivod (14) Wacken (2) Weezer (1) White Stripes (1) WILHELM Scream (1) Wordless Wednesday (68) Youtube clip (5)
Showing posts with label Komentari Metal. Show all posts
Showing posts with label Komentari Metal. Show all posts

Wednesday, September 14, 2016

Metallica: Hardwired (Official Music Video)



Not impressed.
 
Takut-takut keluar full album rupa-rupanya St Anger Pt 2 (dengan sound yang sedap sikit dari St Anger).

Monday, November 09, 2015

Komentari KL Thrashed 2015 kena raid

Kes show yang kena raid atas alasan black metal. Baru-baru ini KL Thrashed 2015.
Apabila rakan2 hujah kata dalam gig tiada alkohol, seks bebas dan maksiat semua; itu bukanlah alasan ia kena raid. Sebab tu disko, dangdut, k-pop etc tak kena raid. Maksiat selagi ada permit dan lesen, dibenarkan.
Masalahnya ialah black metal telah difatwakan atas alasan akidah.
Maka hendaklah dihujahkan dengan alasan akidah dan bukan maksiat.
Tapi ada orang kata KL Thrashed 2015 kena raid sebab takde permit. Yang buat raid adalah DBKL, dan DBKL takde autoriti nak guna alasan akidah untuk raid. DBKL ambil tindakan atas hal lesen dan permit saja.
Jadi bagaimana?
Jawabnya, berkubur saja. Sebab sifat mat metal di Malaysia adalah tidak melawan (naik turun tangga pejabat autoriti untuk tanyakan hak). Tapi kat facebook yang mana siapa pun tak peduli melainkan mat metal sendiri saja, kecoh la kejap2-3 hari. Lepas tu macam takde apa lah. Life goes on.

Thursday, October 29, 2015

Mana pergi zine editors?



Zaman dulu, band rilis apa2 lepas tu ada interview oleh zine. Syok baca. Dari interview kita boleh tau apa matlamat band, jalan cerita, fokus, hala tuju dan benda2 merapu lain. Itu yang buat best, sebab sambil mendengar, wujud juga kat kotak pikiran kita latar belakang band dan rilisan tersebut sebab dah baca interview.

Kena pulak yang menjawab tu pandai menjawab, lagi la best baca dan makin semangat mendengar rilisan tu. Cerita pasal falsafah la ideologi la, cerita lagu ini pasal hantu setan mana dari buku mana. Kena pulak yang menjawab agak lurus bendul, boleh la buat bahan gelak ketawa atau mengutuk.
Sekarang ni band rilis apa2, harap dengar je la. Apa cerita kat belakang rilisan tu (matlamat band, jalan cerita, fokus, hala tuju dan benda2 merapu lain) dah tak tau. Benda "kult" tu dah hilang. Seri takde dah.

In fact, sembang pasal rilis demo/album sekarang takat, "best tak demo/ep/album ni?". Kawan jawab, "best!". Itu je.

Mana zine2 semua ni woiii (aku la tu sekali, Krenmaut, Metal Terus hehehe).

Tuesday, August 04, 2015

Buying metal merchs 101


Untuk jualan dari sellers SEA atau 3rd world countries, kalau tak tulis ori maksudnya bootleg la tu.

Kalau western countries terbalik pulak, kalau tak tulis bootleg maksudnya ori la tu.

Wednesday, July 22, 2015

I was a heavy metal kid in the 80s


I was a heavy metal kid in the 80s (umur 6 pada tahun 1980 dan 15 pada tahun 1990) kenal dengan Scorpions, Motorhead, Saxon, KISS, Deep Purple seawal umur 7 tahun.

Memang sepanjang perjalanan kehidupan sebagai peminat muzik heavy metal, saya selalu dituduh sebagai penagih dadah, sampah masyarakat, sembah setan, takde masa depan etc.

Errr... awek pun tak mau kot masa tu, depa lebih prefer pada mat diskang, mat GQ dan mat2 lain. So apa jadi pada mat2 tu sekarang?

Among Americans' periodic periods of panic over the corrosiveness of pop culture, the 1980s campaign to vilify heavy metal music stands out for the decibel level of both the music and the protests.

With dramatic testimony in courtrooms and at Congressional hearings, concerned parents and even government officials warned that groups like Iron Maiden and Metallica were enticing our teenagers into moral and spiritual darkness—up to and including devil worship.
So now that three decades have passed since this alleged attempt by Satan to infiltrate young brains via eardrum-shattering sounds, how are those headbangers doing? Did their punishingly loud and intense music send them spiraling into lives of despair?

Not so, according to a newly published study. In fact, researchers find that former metal fans "were significantly happier in their youth, and better adjusted currently" compared to their peers who preferred other musical genres, and to a parallel group of current college students.

"Social support is a crucial protective factor for troubled youth. Fans and musicians alike felt a kinship in the metal community, and a way to experience heightened emotions with like-minded people."

"Metal enthusiasts did often experience traumatic and risky 'sex, drugs, and rock-and-roll' lives," reports a research team led by Humboldt State University psychologist Tasha Howe. "However, the metalhead identity also served as a protective factor against negative outcomes."
The study, published in the journal Self and Identity, featured 377 adults: 154 who were heavy metal fans growing up in the 1980s (including musicians and "groupies"); 80 who typically listened to other types of music during their teen years; and 153 current students at a California university. Members of the latter group were recruited from a psychological department participant pool; the others were recruited online.

All participants answered detailed questions about their youthful experiences and current levels of success and happiness. The results will surprise the scolds.
"Despite the challenges of adverse childhood events, and other stressful and risky events in their youth," the researchers write, former metal aficionados "reported higher levels of youthful happiness" than peers with other musical tastes as well as today's college students. "They were also less likely to have any regrets about things they had done in their youth."
In fact, those who focused on types of music outside of heavy metal "sought psychological counseling for emotional problems more than any other group, indicating a less happy and fulfilling perspective on their 1980s adolescence." Perhaps, then, Tipper Gore and company were focusing their concern on the wrong kids. MORE

Friday, May 22, 2015

Gempabumi bakal melanda kita

Gempabumi metal.



Seperti yang diketahui ramai, inilah peluang untuk mencuri kedua-dua band ini singgah ke Malaysia. Namun ia bergantung kepada masa free band setelah tour di Australia. Mari kita tengok:

Menurut http://www.boltthrower.com/tour/tourdates.php, BOLT THROWER ada masa free selepas tour Australia.

Menurut http://atthegates.se/shows/, AT THE GATES juga ada masa freeselepas tour Australia. Cuma, selepas tour Australia, ada satu minggu je free.

Ini ada kesempatan terbaik bagi promoter Malaysia untuk curi kedua-dua band tersebut. Kenapa curi? Sebabnya, promoter tak perlu bayar tambang mereka dari negara asal mereka. Cuma perlu bayar tambang dari Australia saja. Kan dari Australia ada AirAsia?

Dan sememangnya, itulah peluang yang dicari oleh promoter kita. Bahkan, bukan saja promoter dari Malaysia saja yang mencuri peluang ini. Indonesia, Singapura dan Thailand juga mencuri. Itu tak masuk New Zealand!

Promoter muzik metal dengan track record dan kapasiti untuk berunding dengan band besar ini tak banyak. Yang kita kenal, cuma organizer/promoter Metalcamp. Track record baik kerana mereka sudah bikin Metalcamp setiap tahun. Tahun lepas bersama Municipal Waste, ingat?

Cuma konfliknya ialah ada dua band besar. Nak dibuat dua kali, mungkin kos terlalu tinggi. Risiko juga tinggi. Maka, keputusan menjurus kepada band mana yang lebih besar di Malaysia.

Jika sanggup ambil risiko, sapu kedua-duanya. Soalan berbalik kepada peminat metal tempatan. Anda mahu pergi membeli tiket untuk kedua-dua band ini?

Saya perbetulkan soalan saya. Untuk memeriahkan scene metal tempatan, sanggupkah anda (peminat metal tempatan) mengeluarkan duit untuk menonton kedua-duanya? Itu kena ambil kira tiket sekeping dalam lingkungan RM100.

Ini mungkin menjadi persoalan yang lebih hebat bagi organizer/promoter kerana merekalah yang akan menanggung segala risikonya.

All the best!

Friday, March 20, 2015

My relationship with KDN



For your info, my name and address has been blacklisted by KDN. I had lots of packages containing CDs confiscated due to Black Metal. It doesn't has to be Black Metal actually. Anything which they "think" fit the criteria to be confiscated, they will confiscate no matter how long you argue with them. I had a session with them. Me, alone with their KDN team and an Ustaz arguing about it. In the end, useless, my CDs got confiscated anyways.

So whenever a package arrived at Ipoh's Post Office HQ, it will be sent to KDN to be opened and checked. As a practice, they may opened it, then resealed it back. Some of the CDs which were originally new and sealed, were torn opened because they will ALSO checked the contents and lyrics (to that extend).

Nowadays, I play around. In the photos above, it was some CDs which are "clean". I got them all OK.

Why would I let the "offensive" CDs to be sent to my address, right? That would be stupid. Only the "clean" one will be addressed to me. 

Or maybe I have change my way of listening to music? No more "offensive" material for me. Done with that. Hehehe...

Wednesday, March 19, 2014

Antara punk dan metal, mana bagus?

Saya membuat kesimpulan ini... dari segi penampilan "mesej", muzik punk adalah lebih kepada REALIST (isu-isu semasa, politik, sosio ekonomi etc) sedangkan muzik metal adalah ESCAPISM (zombie, cerita setan, hantu, cerita dongeng).

Of course, antara dua tu ada hybrid yang kris-kros antara realist dan escapism. Tetapi saya bercakap untuk kedua-dua genre muzik secara amnya.

Dari segi mana bagus, saya rasa dua-dua bagus sebab peminat muzik punk mahukan sesuatu untuk relate pada kehidupan seharian. Peminat metal pula mencari medium untuk menjauhkan diri dari kehidupan seharian yang memenatkan.

Dua-dua muzik, serve its purpose to its fans.

Winners are those who can absorb both equally. Darkthrone and Slayer are such bands who are now enjoying attention from both types of fans.

Sunday, March 16, 2014

Mati kerana muzik


KUALA LUMPUR: Six people have died while three others are in critical condition due to methamphetamine overdose at the Future Music Festival Asia 2014 at Bukit Jalil Stadium.

City police chief Senior Deputy Comm Datuk Mohmad Salleh said the nine, ages from 21 to 28, collapsed during Friday’s event after consuming drugs at around 1.30am.

One person died on the spot in Bukit Jalil while another died on the way to the hospital. Four others died at the Universiti Malaya Medical Centre (UMMC ) and Universiti Kebangsaan Malaysia Hospital (HUKM).


The six, who died were identified as Kamal Zekry Kamal Basha, 22, Victor Wong E Hern, 26, Sabreena Kamaruddin, 21, M.Suresh, 28, Syazana Sohaime, 23, and Nor Faizza Mohd Wazir, 27.

Read: Music festival cancelled after drug overdose deaths, say organisers

Another four people, two of whom are in a coma, are in critical condition at both hospitals SDCP Mohmad said.

“All tested positive for high levels of drugs and the deaths have been classified as overdose.

“Throughout the two-days we arrested 22 people, three foreigners and seven locals, in possession of narcotics.

“In view of this incident and for the interest of public safety, we have advised the organisers to cancel Saturday’s event. Those who bought tickets should contact the organisers for refunds,” Mohmad said.
http://www.thestar.com.my/News/Nation/2014/03/15/Future-Music-Festival-Asia-2014-abruptly-ends-after-five-die/


-----------------------


Respons dari organizer  

FUTURE MUSIC FESTIVAL ASIA – OFFICIAL STATEMENT – 15 MARCH 2014

This statement is in response to news reported in the media on the 5 alleged deaths associated with FMFA last night. As the health and safety of all festival goers are our primary concern, we have lodged an investigation into the media reports. As at 5.00PM on March 15, we can confirm that one death, and not five, took place on festival grounds on March 14. A police report has been filed and we are working very closely with all relevant authorities in examining and determining the cause of this very unfortunate incident.

FMFA underwent regular meetings with all agencies involved in the festival (including the Royal Malaysia Police, The Fire and Rescue Department of Malaysia, Bukit Jalil National stadium, Millennium Patriot Security, Jabatan Sukarelawan Malaysia (RELA) and our certified on-site medical doctor and paramedics) prior to and during the event.

In the interest of public safety we have heeded the authority’s advice to not proceed with Day-3 of Future Music Festival Asia 2014. This is also to help in the on-going investigation. We appreciate the understanding of all parties and will share updates on this matter as soon as possible.

Details of refunds will be announced within one week. Ticket buyers are urged to logon to www.futuremusicfestival.asia for refund details.


Source: https://www.facebook.com/futuremusicasia

------------------------- 

Sebenornya dalam konsert Metal pun ada kes kematian. Antaranya, pemuzik kena tembak, mati melompat stagedive dan sebagainya. di luar konsert pula, insiden bakar gereja, tembak, tikam orang, bunuh diri dan macam-macam hal lagi. Cuma ini tidak/belum terjadi dalam negara kita.

Sebagai peminat muzik, saya bersimpati dengan kematian mereka dalam festival rave beberapa hari lepas. Saya cuba meletakkan diri saya dalam situasi tersebut.

Yang nyata, belah sana dan belah sini adalah peminat muzik. Kita paksa mereka minat Metal pun takkan jadi punya, begitulah sebaliknya.

Yang sahih, berpada-pada meminati muzik. Leceh sungguh kalau mati kerananya. Kita nak menjawab pun payah, mak bapak, anak bini nak menjawab pun payah.

Tuesday, September 10, 2013

Akan datang... album terbaru DREAM THEATER



Antara album yang ditunggu selepas CARCASS Surgical Steel.

A Dramatic Turn of Events mempunyai masalah dari segi produksi yang kurang organik. Seolah-olah skripnya telah ditulis lama dahulu. Ini menenggelamkan bakat sebenar Mike Mangini yang menggantikan Mike Portnoy untuk posisi drum.

Saya harap album yang akan muncul ini lebih organik, lebih raw dan kebebasan sepenuhnya diberikan kepada Mangini untuk menyuntik idea beliau ke dalam muzik Dream Theater.

Saya tidak dapat memberikan penghakiman sepenuhnya kepada klip Along For The Ride kerana lagu ini adalah lagu ballad. Juga tidak dapat menilai tahap soniknya kerana terbatas dengan bunyian yang keluar dari speaker PC. Itu menghakiminya, sudah tentu perlu pada sistem audio hi fi (sambil tersengih).

Akhir sekali, saya harap promoter yang cerdik dapatlah membawa Dream Theater ke Malaysia. Bawa Lamb of God itu adalah kurang cerdik. Kita di Malaysia bukan di Norway. Jangan lepas ni ada pula yang nak bawak band God Dethroned.
In January, Petrucci said of Mangini's work: "When people hear the drumming on this album, they're gonna be pretty freaked out. On the last album, he did a great job, but he wasn't there for the writing process and he was interpreting drum parts that I had programmed. Even though he used his creativity, of course, to change them up and do his thing, I feel like now he's just Mike Mangini unleashed. It's all him. It's all his creativity, all his decisions and ideas and man, the guy's an animal."

"Dream Theater" track listing:
01. False Awakening Suite I. Sleep Paralysis II. Night Terrors III. Lucid Dream
02. The Enemy Inside
03. The Looking Glass
04. Enigma Machine
05. The Bigger Picture
06. Behind The Veil
07. Surrender To Reason
08. Along For The Ride 09. Illumination Theory I. Paradoxe de la Lumière Noire II. Live, Die, Kill III. The Embracing Circle IV. The Pursuit of Truth V. Surrender, Trust & Passion

"Dream Theater" will be available in a wide range of distinctive versions, including standard and special edition CDs, 180-gram double LP, and a limited-edition boxed set. Pre-orders are scheduled to launch in July at the Roadrunner Records webstore.

DREAM THEATER will be on tour in Europe in January and February 2014, and in North America in March 2014.

"Live At Luna Park", DREAM THEATER's live concert, which was previously scheduled for release in May via Eagle Rock Entertainment, will now drop in North America on November 5 as a Blu-ray, 2DVD, 2DVD + 3CD, Blu-ray + 3CD, deluxe edition with 40-page book, Blu-ray + 2DVD + 3CD, and digital video via iTunes.

"Live At Luna Park" was filmed over two nights in South America — home to one of DREAM THEATER's most ardent fanbases. The DVD was filmed August 19 and August 20, 2012 at Estadio Luna Park in Buenos Aires, Argentina after a 15-month world tour, hitting 35 countries.

Read more at http://www.blabbermouth.net/news/dream-theater-new-song-along-for-the-ride-available-for-streaming/#3w1Ihmzy2uvFTlyE.99

Tuesday, September 03, 2013

Support local acts

Konsep support local yang menarik dari Dischord Records.
Why don't you release music from outside Washington, DC?

We only release music from the DC's music scene because this is the city where we live, work and have the most understanding. To expand would be to dilute our focus. We encourage creative people to take control of their local scenes and to look within themselves to create opportunities as others encouraged us to do when we started out.
Scene yang maju sustainable dengan local acts saja. Tetapi bukanlah kerja yang mudah. Komitmen dari label dan band kena seiring. Jika label sanggup korbankan RM5000 untuk hasilkan CD/vinyl, adakah band sanggup korbankan RM5000 juga untuk rekoding/promo tour?

Zaman label curahkan duit kepada band dan seterusnya rip off band sudah lama berlalu. Zaman sekarang ialah zaman dua-dua struggle untuk sustain organisasi masing-masing.

Yang paling penting, untuk sustain kedua-duanya dalam wajah muzik tempatan yang non-supportive ini, bagaimana caranya?

Perbincangan seterusnya DI SINI.

Thursday, June 27, 2013

METALLICA Singapore

Setelah membuat perkiraan saya mengambil keputusan untuk tidak hadir ke konsert Metallica. Antara sebabnya Metallica ni banyak benda yang saya benci dari minat. Sekarang tengok muka James dengan Lars pun tak lalu ppfffttt. Lagipun since when I really care of Metallica after the black album? Load? Reload? Double pfffttt...Juga sebab album Lulu. Oleh itu saya tidak rela mengorbankan riban RM untuk tiket, flight dan stay.

Saya tahu ini adalah peluang 'experience' Metallica tetapi seperti yang dinyatakan rasa benci lebih dari sayang. 


Tapi perkiraan saya mungkin berubah apabila kos berubah, seperti contohnya Metallica datang menyembah main di Kuala Lumpur ;) 

Duit yang terselamat ini akan dikorbankan pula kepada perkara lebih bermanfaat seperti melengkapkan koleksi CD The Beatles, Pink Floyd dan Camel.

p/s: Pos berkaitan Antara IRON MAIDEN dan METALLICA 

Friday, May 10, 2013

Mendiang JEFF HANNEMAN


Updated 3:23pm

Saya berulang-ulang katakan kepada anda bahawa Jeff Hanneman adalah ingredients utama dalam SLAYER. Tanpa beliau, maka tiadalah lagu-lagu taraf kvlt berikut:

Die by the Sword
Angel Of Death
Post Mortem/Raining Blood
South of Heaven
Mandatory Suicide
Spill the Blood
War Ensemble
Dead Skin Mask

Anda perhatikan setlist Soundwave 2013 di Australia baru-baru ini


Berapa lagu Kerry King dok ada?

Tapi saya tak kata la SLAYER tutup buku. Cuma kita memberikan fakta. Sekarang Kerry King kena buktikan dia pun boleh la bawak SLAYER tanpa Jeff Hanneman, yang merupakan tulang belakang dalam ciptaan lagu-lagu berkaliber. Kerry King memang banyak sumbangannya, tidak la saya menafikannya. Tapi apa la gunanya kalau benda paling penting (kualiti lagu) dia tak boleh buat (atau malas nak buat).

Tu pasal la walaupun SLAYER ramai peminatnya, tak kurang ramai juga yang kritik pada Kerry King. Macam-macam tuduhan dok kena kat dia. Tak kisah la. Apa yang penting, beliau kena buktikan juga yang "Saya pun boleh buat!"

Baru la SLAYER akan direspek seperti sediakala. Kita bagi masa la kan. Bagi 5 tahun lagi ke. Atau tunggu sampai album baru keluar tanpa Jeff ka. Buat masa ni kita acah-acah dulu kat dia, bagi pressure sikit. Tour tu kasi kensel dulu la kot. Takde siapa nak tengok SLAYER sekarang ni. Dah la Jeff meninggal, Tom pun takde, Dave pun takde! Apa cerita woi!

Saya berharap Kerry King stop dulu buat tour tu dan kasi bikin album la. Last album pun tahun 2009. Dah 4 tahun ni. Takkan nak tunggu 10 tahun nak rilis album baru woi!!! Susah-susah sangat, kau jemput la Abang Mus buat 3-4 lagu kalau kau dah takde idea sangat. Dulu kan kau main dengan Megadeth kejap, kan?

Kalau dah tak ada daya, baru la TUTUP BUKU. Tak payah la dijaja nama SLAYER tu kalau tinggal kau dan Tom (yang boneka, saya rasa). Buat le band lain, nama REYALS ke. Ala macam satu band tu pakai nama terbalik, RIUSGNAL.

Related post (SLAYER) KAT SINI.






Tuesday, January 01, 2013

Gig banyak band atau sikit band?

Maaf tajuk agak mengelirukan tetapi ia disengajakan untuk mengajak anda membaca artikel ini.

Jika anda seorang pengekor scene muzik Metal underground tempatan, pasti anda akan perasan fenomena ini. Saya pun tidak pasti bila berlakunya perubahan ini tetapi katalah kita ambil tahun 2000 sebagai sempadan perubahan tersebut. Sebelum tahun 2000, gig tempatan biasanya dianjurkan dengan band paling banyak, dalam lingkungan 5-6 buah. Selepas tahun 2000, jumlah 10 band yang main dalam sesebuah gig adalah satu perkara biasa.

Saya utarakan fenomena ini dalam sebuah group tertutup di laman sosial facebook. Saya katakan bahawa sesuatu gig yang menawarkan jumlah band antara 5-6 adalah yang paling optimum. Ada banyak sebab. Antaranya, masa yang diluangkan untuk gig sebegini tidak melampaui batas kesabaran manusia. Jika diambil 40 minit sebagai masa persembahan satu band (termasuk masa setting) dan 1 jam untuk band utama, maka jumlah masa yang dihabiskan untuk gig tersebut adalah sekitar 4.5 hingga 5 jam saja. Yang menyokong pendapat saya juga teringat zaman itu jika gig itu mula sekitar 2pm, maka sebelum maghrib sudah selesai semuanya. Ini memberi peluang kepada penonton untuk berehat pada malamnya. Untuk penonton yang mungkin sedang belajar di mana-mana pusat pengajian, masa ini adalah amat penting.

Katalah untuk setiap persembahan adalah 30 minit dengan 10 minit untuk setting, maka ia memberi ruang kepada penonton untuk ambil angin sebentar sementara menunggu persembahan bermula. Ini penting kerana band yang membuat persembahan mahu ditonton. Begitu juga penonton, mahu menonton kesemua band disebabkan duit yang telah dihanguskan untuk membeli tiket. Kedua-dua belah pihak, band dan penonton akan berpuashati kerana band ditonton dan penonton menonton. Perkara ini jarang-jarang berlaku apabila terlampau banyak band yang bermain sampaikan band kadang-kadang merayu supaya penonton tidak keluar. Pastinya penonton perlu keluar kerana persembahan sudah melewati 6-7 jam. Mereka pun perlu ambil angin. Jika terlampau letih, ambil angin ini lebih lama. Mungkin yang ditonton sekadar 3-4 band dari 10 band yang ditawarkan.

Anda pasti pernah merasa satu show yang bermula sekitar jam 3-4pm yang berakhir sekitar jam 12am. Apa perasaan anda? Penonton rasa letih, band yang menunggu giliran pun letih! Ini bukan show Ozzfest yang mana band melepak di dalam hotel sambil menonton TV menunggu telefon dari organizer untuk bersiap-siap sejam sebelum show. Band yang main hampir kesemuanya melepak di kedai mamak berdekatan 5-6 jam (untuk band dalam senarai terkemudian) untuk menunggu giliran. Semangat pun hilang.

5-6 band adalah nombor yang realistik dan optimum. Pada zaman tersebut, biasanya band dicampurkan antara yang dikenali dengan yang kurang dikenali. Biasanya 3-4 band yang dikenali dan 2-3 band yang kurang dikenali tetapi mahu diketengahkan. Umum faham bahawa penonton mahu menonton band yang mereka minat dan biasanya yang diminati pastinya yang telah dikenal. Pada masa yang sama, penonton juga mahu "dikejutkan" dengan band baru. Inilah yang dirasakan menjadi daya penarik kepada sesuatu gig bukannya jumlah band yang banyak yang membawa semak.

Jika ini dapat dilaksanakan dan penonton  yang datang mengharapkan kepuasan (dan mereka pun tau akan puas), maka jualan tiket akan lebih banyak. Apabila jualan tiket lebih banyak, maka organizer pun tidak rugi. Backline yang lebih berkualiti dapat disewa. Dan paling penting, band pun dapat dibayar. Diambil kesemua faktor ini menjadikan kualiti gig itu lebih tinggi. Bandingkan dengan sesuatu gig yang kurang pembeli tiket, band yang banyak dan sistem backline yang hampas, bukan saja penonton tak puashati bahkan band dan juga organizer sendiri kerana rugi.

Nombor dalam jumlah band ini bukan sekadar nombor. Ia perlu dilihat dari perspektif keseluruhan yang memberi kesan kepada sambutan sesebuah gig iaitu kepuasan yang haknya adalah dari pemegang saham iaitu organizer, band dan penonton. Walaupun istilah gig masakini ialah dengan band yang lebih 10 buah tetapi rentak baru yang lama perlu dilakukan kembali. Jika kepuasan ini tidak dapat dinikmati dari gig yang 10 band, maka logiknya jumlah band perlu dikurangkan berdasarkan kepada hujah-hujah di atas. Melainkan jika datangnya hujah kontra yang dapat mematahkan dengan hujah yang telah diutarakan yang setakat ini tidak dapat saya kesan baik dari organizer, band mahupun penonton semasa berdiskusi di group tertutup tersebut.

Mungkin dengan datangnya tahun baru 2013 ini kita akan dapat melakukan sedikit anjakan paradigma dalam hal ini.


Sunday, December 30, 2012

Calon Metalcamp 2013

(extended version dari posting FB saya - jadi bahasa/ejaan agak tonggang langgang)

Untuk pengetahuan yang tak berpengetahuan, Metalcamp adalah festival muzik Metal negara yang dimulakan sejak tahun 2008 dan berterusan setiap tahun. Ini adalah event yang dinanti-nantikan oleh semua peminat muzik Metal tempatan. 

Seleksi adalah berdasar atas merit (kalau tak salah saya). Kalau benar, saya ingin mengemukakan pencalonan saya untuk tahun 2013 seperti berikut:

Wynken Delirium -
Superb musicianship dengan suntikan influence nusantara dan pelbagai dalam album terbaru mereka. Band paling kerja keras sambil ahlinya terlibat secara langsung dalam merevolusi agenda malaysian tour. See their track record for year 2012.

Humiliation - tak perlu ulas lanjut. Kalau ini kali ke 2 atau 3 pun dalam Metalcamp, they totally deserved it. Mereka baru pulang dari Eastern Europe dalam siri European Tresspasing Tour menjelajah Germany, Romania dan beberapa negara lain.

Lavatory - even though saya tak pernah tengok depa live tapi based on Pulverised signing dan feedbacks so far, memang calon baik punya.

SKINBASHER - dari jemput rock kangkang yang tak peduli apa dgn kita tetapi kita terhegeh-hegeh ngajak, baik le ajak band crossover punk-metal-rock kangkang ni. Album terbaru depa kali ni memang gila best!

Nekrad - visually strong on stage yang teaterikal dgn composition yang bukan picisan. Sila albil calculator dan kira berapa mereka habis untuk pakaian saja. Kalau stage besar silap-silap pyrotechnic pun depa sanggup keluar modal.

Crown ov Horns - totally blew me away dgn small but lively performance last time kat Ipoh. Superb musical skills as well. Wakil dari seberang yang satu warna passport.


----

Other worthy mentions - Predicate Not Defined (prog Metal - ratusan gig dates dah main),  Tools Of The Trade (European Tour dah buat),

Friday, January 20, 2012

Kederat atau CGI?

Seperti yang disiarkan dalam KARISMA Disember 2011

-------------
Computer-generated imagery (CGI) adalah satu alat yang sudah tidak asing lagi di dalam pembikinan filem terutamanya apabila filem itu bercorak aksi, fantasi dan horror. Filem-filem seperti ini, jika tiada CGI, akan dianggap sebagai sebuah filem murahan. Filem yang ketinggalan zaman. Jika ada pun filem yang 100% bebas CGI, kemungkinan filem yang bercorak drama, cinta dan dokumentari. Dua kategori ini boleh dibahagi kepada filem pantas (perlu CGI) dan filem slow (tidak perlu CGI).
 
Filem aksi yang menggunakan kederat semata-mata mungkin hanya apabila filem itu Made in Malaysia. Aksi stunt dilakukan oleh manusia. Tumbukan padu jika diperlahankan cuma nampak seperti tumbuk angin. Jika filem horror, watak hantu dan setan cukup sekadar menggunakan khidmat tukang bedak tanpa sijil. Bedak sekata satu muka kemudian dicalit celak di keliling mata. Si setan cuma perlu menjengilkan mata - cukup untuk membuatkan seantero negara menghebahkan kehebatan filem tersebut lantas meraih RM8 juta kutipan tiket. Tetapi setakat itu saja. Hendak dibawa keluar, sendiri rasa malu.

Analogi ini sebenarnya sangat berkadar dengan rilisan muzik Metal tempatan. Teknologi (analogous kepada CGI) hampir-hampir tidak digunakan. Lurus bendul. Cukup dengan hempas pulas praktis seminggu sekali selama beberapa bulan dan kemudiannya mengharapkan skil yang terbentuk cukup untuk bekalan di studio rakaman. Yang mereka lupa ialah rakan seperjuangan di luar sana, mempunyai studio praktis sendiri. Berlatih 4-5 jam sehari. Lebih dari itu, mempunyai kelengkapan dan teknologi terkini dan dibawa bekal semasa rakaman.

Jika kita mendengar rilisan Metal popular sekarang, dan percaya bahawa semua yang dirakam hanya menggunakan kederat pemuzik semata-mata, anda sebenarnya termasuk dalam golongan lurus bendul. Itu mungkin betul 30 tahun dahulu tatkala teknologi rakaman masih bayi. Untuk menyiapkan satu lagu boleh mengambil masa seminggu sekadar satu track gitar kerana produser beria-ia mahukan ketepatan note dan tone. Silap atau tak puas hati - ulang. Sebab itu Bruce Dickinson semasa rakaman lagu The Number of The Beast menjerit sekuat-kuatnya tak puashati kerana letih dibuli produser (ironinya, jeritan tak puashati beliau dirakam dan dijadikan jeritan intro lagu tersebut).

Tidakkah anda perasan bahawa bunyi drum sekarang lebih kurang saja bunyinya? Tidakkah anda perasan bahawa walau selaju mana drum tersebut dimainkan walau 300bpm sekalipun, ianya tetap mati pada titik yang sepatutnya? Tidakkah anda perasan bahawa petikan gitar walaupun 34700 kali dipetik, tone dan titiknya sama? Jika memang betul si pemuzik itu pemuzik terkenal lagi tersohor dan dikenali ramai, mungkin juga layak kita percaya - tetapi ini budak baru lepas sekolah!

Akhirnya, rilis juga album tersebut. Produksinya tip top. No flaws. On the dot. Dan anda membelinya, mendengarnya dan selalu juga timbul keinginan untuk menyamainya. Lalu, anda menyiapkan beberapa lagu dan praktis bersama band anda. Book studio dengan jurutera yang baru belajar nak menggunakan software rakaman. Punah harapan kerana hasil bagai langit dengan bumi jika dibandingkan dengan idola tadi. Ataupun, kerana sudah tiada daya, menyalahgunakan prinsip - we hate technology!

Guna saja teknologi yang ada. Mereka yang anda agung-agungkan tidak pun malu menggunakan teknologi. Kerana mereka faham, ini zaman teknologi. Drum bunyi macam tong sampah - no problem, gunakan software untuk mendapatkan sound drum Gene Hoglan. Drummer berterabur - no problem, gunakan skil cut & paste. Amp dalam studio cuma ada Fender 20W - no problem, gunakan software yang menawarkan 400 jenis amp untuk dipilih. Semua masalah rakaman sebenarnya boleh diselesaikan dengan teknologi.

Yang anda perlu cari sekarang ialah seseorang yang celik teknologi. Studio sebagus mana pun, jika diukur dengan standard anda yang sekadar pemuzik amatur, tidak akan dapat menghasilkan apa-apa yang baik jika anda sekadar menggunakan kederat. Percayalah. Tidak percaya? Anda masih yakin anda pemuzik hebat? Nampaknya tiada siapa lagi yang boleh menyelamatkan anda. Sayonara!

Saturday, November 05, 2011

KOMENTARI METAL: Kisah dua Mike dalam Dream Theater

Seperti yang disiarkan dalam KARISMA Julai 2011

--------------


Mike Portnoy bersama John Petrucci adalah jantung dan darah Dream Theater (OK, John Myung mungkin ada share beliau yang tersendiri tetapi beliau ini terlampau senyap di dalam Dream Theater). Apabila Mike Portnoy mengumumkan pengunduran beliau dari Dream Theater pada September 2010, sudah tentu ia menjadi berita paling menggemparkan bagi peminat Dream Theater. Lebih mengejutkan, inisiatif Mike sebaik sahaja keluar dari Dream Theater ialah dengan menjadi drummer undangan band Avenged Sevenfold yang dari segi skil muziknya seperti langit dan bumi jika dibandingkan dengan Dream Theater yang dikatakan antara band progresif Metal paling berjaya di muka bumi ini.

Yang sebenarnya, kalau diperhatikan kembali sejarah Mike beberapa tahun kebelakangan ini, sememangnya beliau ada memberi penunjuk yang beliau semakin lemas dalam Dream Theater. Alasannya ialah beliau telah terlampau lama bersama Dream Theater semenjak awal penubuhannya lagi. Apa yang Mike mahukan ialah beberapa tahun rehat. Masalahnya, Mike mahukan keseluruhan Dream Theater berehat beberapa tahun sama seperti beliau. Sementara berehat itu, beliau mencadangkan agar yang lain-lainnya menceburi projek yang berlainan seperti yang Mike ceburi. Malangnya, hanya Mike saja yang berpendapat begitu sedangkan yang lain tidak. Kata dua diberi secara bawah sedar. Samada Mike bersama atau keluar dari Dream Theater dengan cara terhormat. Mike mengambil keputusan untuk keluar. Untuk beberapa lama berlaku tuduh menuduh antara Mike dengan Dream Theater. Masing-masing menuduh tidak memahami perasaan masing-masing.

Peminat Dream Theater berdikusi tentang peristiwa ini. Pelbagai pendapat telah diberi. Ada yang memahami dan yang tidak. Peminat Dream Theater memahami betapa perlunya Mike untuk ambil nafas sebentar setelah lebih 20 tahun bersama Dream Theater. Peminat Dream Theater juga faham kenapa Dream Theater perlu diteruskan tanpa Mike. Cuma yang tidak difahami, kenapa Avenged Sevenfold? Ia dilihat sebagai satu perbuatan Mike yang agak menyinggung perasaan peminat mereka yang mengenali Mike sebagai seorang yang adventurous dalam projek muzik beliau. Avenged Sevenfold pada pendapat mereka adalah pariah jika kita bercakap tentang skil muzik.

Dalam masa yang sama, satu misteri baru mula timbul. Jika Dream Theater mahu meneruskan perjalanan tanpa Mike, maka siapakah gerangan drummer yang paling sesuai mengambil posisi drummer yang merupakan posisi yang panas ini? Pelbagai spekulasi, khabar angin dan bisik-bisik berlaku antara peminatnya. Pelbagai nama telah dicadangkan.

Akhirnya Dream Theater menyenaraikan 7 nama sebagai calon: Aquiles Priester (umur 39 pernah bersama ANGRA, PAUL DI'ANNO), Peter Wildoer (umur 36 pernah bersama DARKANE), Marco Minnemann (umur 40 pernah bersama KREATOR, NECROPHAGIST, EPHEL DUATH, JOE SATRIANI), Virgil Donati (umur 52 pernah bersama PLANET X, SEVEN THE HARDWAY), Derek Roddy (umur 38 pernah bersama HATE ETERNAL, NILE, TODAY IS THE DAY), Mike Mangini (umur 48 pernah bersama STEVE VAI, EXTREME, ANNIHILATOR) dan  Thomas Lang (umur 43 pernah bersama JOHN WETTON, ROBERT FRIPP, GLENN HUGHES). Kesemua mereka ini mempunyai sejarah yang bernilai dalam profesion sebagai drummer. Masing-masing mempunyai kelebihan masing-masing yang unik.

Untuk menambah perisa, sesi audition bersama drummer ini telah dirakamkan dan ditayangkan kepada umum – ala rancangan realiti. Bagi peminat muzik Metal ini merupakan sesuatu yang baru. Walaupun dilihat sebagai satu cara Dream Theater mendapatkan publisiti murahan namun satu yang tidak boleh dinafikan ialah audition ini memaparkan keadaan sebenar sesi audition untuk drummer professional. Ia ditayangkan ke seluruh dunia melalui youtube (kemudiannya akan dijadikan DVD bersama dengan album baru akan datang).

Ternyata dari tujuh, dua nama yang menyerlah: Marco Minnemann dan Mike Mangini. Aquiles melakukan beberapa kesilapan yang agak kritikal ketika audition. Derek Roddy pula memang salah band (beliau lebih kepada extreme Metal, bukan progresif), Thomas Lang dan Virgil Donati terlebih menambah perisa sendiri pada lagu-lagu asal Dream Theater yang secara amnya kurang disukai oleh Dream Theater. Peter Wildoer mempunyai peluang yang agak sama dengan Marco dan Mike Mangini tetapi ada sedikit kekurangan beliau yang lebih kritikal iaitu bagaimana diri Peter sendiri serasi dengan karisma dan personaliti Dream Theater yang nampak lebih professional.

Penyudahnya, Mike Mangini mendapat posisi tersebut. Dari segi teknikaliti, beliau dan Marco berada dalam status yang sama. Sepertimana Peter, Marco kecundang pada lubang yang sama. Marco mempunyai personaliti yang lebih bersahaja sepertimana Nicko McBrain (Iron Maiden) yang kurang serasi dengan Dream Theater yang lebih serius.

Sejarah Mike Mangini dalam posisi drummer ini juga panjang dan berwarna-warni. Selain dari band yang disebutkan di atas beliau juga pernah memegang rekod dalam lima kategori  yang menonjolkan kepantasan tangan beliau. Beliau juga pernah menulis dua buah buku untuk drummer disamping pernah menjadi subjek dokumentari dalam Discovery Channel bertajuk Time Wrap yang memaparkan beliau menayangkan kepantasan drumming beliau di hadapan high-speed camera.

Satu persamaan antara kedua-dua Mike ini ialah mereka berdua adalah alumni institusi muzik terkenal dunia, Berklee College of Music. Bezanya Portnoy tidak pernah menghabiskan sesi akademik beliau di situ kerana Dream Theater pada ketika itu sudah mula menjejak langkah ke hadapan. Mangini pula sebelum mengambil posisi drummer Dream Theater yang baru adalah tenaga pengajar di situ. Mungkin ini yang mendekatkan Mangini dengan Petrucci dan Myung. Ketiga-tiga mereka adalah alumni institusi yang sama.

Dream Theater sedang berada di dalam studio rakaman pada ketika artikel ini ditulis. Rata-rata peminat Dream Theater menjadi sesak nafas dan berpeluh, menahan perasaan suspen di dalam dada. Adakah Mike yang kedua ini mampu meletakkan dirinya pada tahap yang sama seperti mana Mike yang pertama? Samada album ini menjadi titik mula atau penyambung sejarah Dream Theater, tidak diketahui sama sekali. Kita tunggu dan dengar!

Monday, October 24, 2011

LOU REED & METALLICA Lulu full album preview

Kepada mereka yang tak mengetahui, ketahuilah bahawa Metallica telah bergabung dengan Lou Reed untuk sebuah album.

Saya tidak mengetahui siapa itu Lou Reed walaupun sekali sekala pernah mendengar nama beliau. Saya rasa dia punya muzik ada lebih kurang macam Bob Dylan dan Johnny Cash (saya mungkin silap).

Anyway, mereka telah selesai rakaman album. Cuma menunggu masa untuk merilis album yang bertajuk Lulu pada 1 Nov ini. Untuk itu, mereka telah berbaik hati untuk memberikan prebiu keseluruhan album ini kepada kita untuk menilainya sebelum membeli.

Anda boleh pergi ke SINI untuk mendengarnya (cepat sebelum link padam).

Saya telah mendengarnya dan secara ringkas komen - pekeheinya Metallica buat album macam ni????

Tak kisah la walaupun Metallica tak mengaku ini adalah album rasmi Metallica tapi kan lebih baik menjuruskan tenaga kepada rilisan yang lebih bermanfaat?

Tuesday, October 04, 2011

Preview album kedua CHARRED WALLS OF THE DAMNED

 
CHARRED WALLS OF THE DAMNED adalah sebuah band yang diilhamkan oleh pemain drum Richard Christy yang pernah bersama dengan lagenda Death Metal, DEATH. Jika tidak kerana DEATH, kemungkinan besar CHARRED WALLS OF THE DAMNED tidak akan menarik perhatian saya untuk mendengar album pertama mereka.

Yang sebenarnya agak tidak adil kerana CHARRED WALLS OF THE DAMNED memang sebuah band yang sangat menarik. Sepatutnya peluang untuk mereka didengar tidak sepatutnya menjadi kurang disebabkan pemain drumnya tidak dikenali.

Album pertama CHARRED WALLS OF THE DAMNED meninggalkan jejak yang berkesan di dalam minda saya. Bukan saja cara permainan Richard yang teknikal bersih bahkan gabungan muzik Death Metal dan Heavy Metal yang digabungkan pada tahap advanced. Manakan tidak, ahli yang lain juga tidak kurang hebatnya.

Sekarang sudah sampai masanya CHARRED WALLS OF THE DAMNED muncul dengan album kedua dan kali ini bertajuk "Cold Winds On Timeless Days". Bagi mereka yang tertinggal sampan, boleh prebiu dengar keseluruhan album ini dengan mengarah skrin anda kepada JALAN INI (cepat sebelum link ditutup).

Masih tidak berminat? Cuba lihat ini:


CHARRED WALLS OF THE DAMNED's recording lineup:

* Richard Christy - Drums (DEATH, CONTROLLED DENIED, ICED EARTH)
* Jason Suecof - Guitar, Producer
* Tim "Ripper" Owens (JUDAS PRIEST, YNGWIE MALMSTEEN, ICED EARTH) - Vocals
* Steve DiGiorgio (DEATH, SADUS, TESTAMENT) – Bass

Jika masih tidak berminat juga, maka tidak ada apa lagi yang boleh saya lakukan untuk meyakinkan anda.


Tetapi lukisan album mereka tetap hampeh seperti album sebelumnya. Seseorang perlu memberitahu mereka tentang hal ini!


Monday, September 19, 2011

Mat Metal = defensif

Jika anda ada rakan yang minat muzik Metal pada tahap yang lebih dari biasa, anda boleh bagi beberapa soalan kepada beliau.

Sebelum itu, perlu diberi definisi dulu - siapakah Mat Metal yang saya maksudkan ini. Antara lain, hingga 80% dari muzik yang beliau dengar adalah muzik Metal. Beliau juga mengikuti beberapa band kegemaran beliau dengan cara hampir fanatik - membeli semua albumnya dan menambah koleksi band tersebut seperti baju, keratan media dan mengetahui perkembangan band tersebut secara up-to-date. Dengan lain perkataan, sama seperti peminat kelab bola MU atau Liverpool.

Jika anda jumpa dengan mereka, tanyakan soalan-soalan ini.

1. Kenapa banyak band Metal ekstrim tulis lirik sembah syaitan dan membenci Tuhan? Dan kenapa kamu masih mengikuti band ini?
2. Kenapa ada Mat Metal yang Muslim dalam gig di Malaysia yang tonggang arak di khalayak ramai?
3. Kenapa dalam gig ramai yang tak solat?

dan soalan-soalan yang sewaktu dengannya.

Lihat cara mereka menjawabnya - biasanya mereka akan cuba mencari alasan untuk membenarkannya - biasanya dengan menuding jari ke tempat lain. Dengan lain kata - tu, diorang boleh buat, kenapa tak tanya mereka dulu? - atau sewaktu dengannya.

Silap-silap, anda pula yang akan disoal kembali.

Saya tahu kerana I've been there, done that. Malah kadang-kadang saya juga menggunakan taktik ini. Saya betul dan anda (bukan Mat Metal) walau macamana pun - salah (atau tiada hak untuk mengkritik).